Mengenal Kepemimpinan Imam Makhdy Hassan

Imam Makhdy Hassan.

Sebagai sosok pemimpin muda, Imam Makhdy Hassan memiliki jiwa yang kukuh dengan komitmen tinggi, insting yang kuat, pengayom dan pelindung bagi bawahannya, serta komunikatif dalam menjalankan manajemen birokrasi, baik internal maupun eksternal.

Dengan kemampuannya tersebut, pemimpin yang akrab dipanggil Didi itu, arahan dan petunjuknya terkait dengan strategi menghadapi permasalahan, begitu mudah dipahami bawahannya, sehingga permasalahan dapat diselesaikan.

Didi memimpin dengan gaya bottom up, di mana ia memberi ruang kepada bawahannya di bidang teknis pada dinas yang dipimpinnya untuk mengelurakan ide dan gagasan mereka, dalam menjawab tantangan dan hambatan yang dihadapi di internal dinas tersebut. Tak hanya itu, Didi juga selalu memberikan kesempatan bagi bawahannya untuk berkerasu dan berinovasi guna mencapai tujuan dan sasaran oraganisasi yang dia pimpin.

Kepada bawahannya, ia juga selalu berpesan agar responsif terhadap dinamika dan perubahan yang terjadi di internal dan eksternal organisasi, yang mengharuskan adanya pelayanan prima. Dalam memberikan pelayanan, Didi melalui bidang-bidang teknis tim yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) internal dan pihak luar yang berkompeten, sehingga yang terlyani merasakan pelayanan yang baik atau prima.

Dengan nalurinya yang tinggi, sebelum menerima amanah jabatan sebuah organisasi dari atasannya, Didi membentuk tim kecil yang salah satu tugsanya mengidentifikasi organisasi itu untuk mendapatkan potret dan informasi utuh, sehingga saat dipercayakan jabatan tersebut, dia sudah mengetahui apa yang harus dilaksanakannya. Tak heran, ia mengukir prestasi pada sejumlah instansi yang dipimpin. Contoh konkritnya:

1. Pada saat diamanahi jabatan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKAD) Provinsi Maluku Utara, Didi mendapatkan penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik IndonesiaI, sebagai:

a. Daerah yang masih kesulitan akses internet, namun mampu melaksanakan sistem rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil dengan menggunakan Computer Asissted Test (CAT).

b. Dari sekian provinsi di Indonesia, Provinsi Maluku Utara memiliki komitmen untuk menggunakan System CAT yang merupakan pengalihan dari sistem test manual ke sistem by system.

2. Sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Diskominfosand) Provinsi Maluku Utara, Didi mampu menyediakan jaringan komunikasi dan internet di daerah terpencil tepatnya di daerah Kepulauan Widi, Kabupaten Halmahera Selatan pada saat pelaksanaan event Widi International Fishing Tournament.

3. Sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Didi mampu menjawab peramsalahan 27 Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Melalui komunikasi yang baik, para pemegang IUP mau menciutkan izin mereka sebagai tindak-lanjut dari peraturan tentang IUP. Juga secara cepat beradapatsi dengan system aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP Minerba yang menjadi salah satu upaya meningkatkan transparansi pelayanan publik.

IUP dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Provinsi Maluku Utara, terbanyak di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), sehingga itu dia sudah sangat mengenal kondisi Halteng baik karakteristik maupun topografinya. Karena itu, Didi telah mendapatkan dukungan politik melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng. Didi juga selalu membuka ruang diskusi dan komunikasi sehingga DPRD Halteng sangat mengharapkan kehadirannya untuk berkolaborasi dalam membangun Halteng lebih sejahtera.

4. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Didi mendapat anugrah dari Kementerian Keuangan RI dan Kemendikbud RI, yakni penghargaan dengan ketegori Peringkat 2 Provinsi dengan realisasi DAK bidang pendidikan yang tercepat dalam merealisasikan anggaran dan tercepat dalam penyampaian pelaporan DAK tahun 2021.

Selain penghargaan tersebut, Didi juga sangat konsen pada pendidikan di Halteng. Hal ini dikarenakan porsi pembagian anggaran untuk Halteng sebelum dia memimpin Dikbud masih sangat minim. Saat dia memimpin Dikbud, porsi anggaran sudah berimbang dengan daerah lain di Provinsi Maluku Utara.

Khusus Halteng, selain pendidikan, Didi juga sangat mencintai tradisi dan ada istiadat Halteng. Melalui bidang kebudayaan, Dirjen Kebudayaan telah mencatat Cokaiba dan Tarian Lalayon ke dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), sementra dalam tahapan proses pengusulan yaitu tradisi merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dikenal dengan nama Fanten yang bermakna saling memberi.

Tahun 2023, selaku Kepala Dikbdu, Didi telah menganggarkan pembangunan Laboratorium Pendidikan Terpadu (LPT) setara dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di Halteng dan Kota Tidore Kepulauan dalam mengembangkan vokasi berbasis potensi daerah. Khusus Halteng, LPT ini diharapkan dapat menciptkan SDM yang memiliki kompetensi dan atitud (sikap) yang sesuai standar industri pertambangan dan industri perikanan, karena Halteng memiliki potensi tambang dan ikan yang melimpah ruah. Selain itu, untuk mengurangi angka pengangguran, putra-putri terbaik Halteng dan daerah lain dapat berpartisipasi dalam pembangunan Halteng ke depan lebih baik.

Dari sisi potensi kelautan Halteng tepatnya di Pulau Moor, Didi telah menggandeng Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara untuk menyiapkan seluruh fasilitas berdasarkan standar dan ketentuan yang berlaku, dan desain perencanaan yang menarik minat mereka yang hobi mancing dari seluruh dunia, agar datang dan menikmati sensansi mancing di Pulau Moor.

Komentar

Loading...