TOBELO-PM.com, Perebutan rekomendasi Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI-P), antara Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Joel B. Wogono-Said Bajak (Joel-Said) dan Haryanto Tantry-Kasman Hi Ahmad (Cun-Kasman), bakal sengit. Sebab, nasib kedua Bapaslon ini untuk berkontestasi di Pilkada Halut tergantung rekom PDI-P
Sementara rekomendasi Cakada dari PDI-P ke Pilkada Halut belum keluar, jika suda keluar maka diumumkan secara resmi oleh DPP PDI-P.
“Saat ini belum keluar rekomendasi PDI-P Cakada untuk Pilkada Halut, bahkan jadwal pengumuman pun belum keluar dari DPP PDI-P kapan diumumkan,” ujar Ketua Bappilu DPD PDI-P Malut Irfan Hi Halo, Rabu (29/07).
Lanjutnya, terkait peluang Cun-Kasman untuk mendapat rekomendasi PDI-P yang unggul 48 persen dalam survey melalui lembaga Indobarometer itu, Irfan menuturkan, survey bukan menjadi ukuran untuk bisa mendapat SK rekom PDI-P. Karena survey hanya salah satu ukuran dari variabelnya.
Sementara untuk Joel-Said yang digadang gandang sebagai Kader PDI-P meski berada di urutan ke delapan survey melalui Indobarometer pun tidak menjadi ukuran. Sebab Partai melihat kesiapan kader dan mampu memenuhi variabel lainnya yang disyaratkan DPP, karena SK Rekom tergantung DPP PDI.
“Survey itu bukan satu satunya, harus memenuhi variabel lainnya yang ditentukan DPP PDI P, begitu juga Partai melihat kesiapan kader, sepanjang dia siap dan juga variabel lainnya, Variabel itu ramahnya DPP,” sebutnya.
Sementara sikap PDI yang menggantung nasib kedua Bapaslon, mendapat sorotan dari pengamat politik Dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Dr Aji Deni. Dirinya menilai, jika SK DPP jatuh ke tangan Joel-Said yang tidak diungguli oleh hasil Survey, maka secara politik tidak rasional. Sebab harus diukur dengan variabel ilmiah dan konektivitas elit politik yang diusung Parpol dengan massa di akar rumput.
“Tetapi ada peluang bagi Joel-Said karena Joel sebagai Calon Bupati itu kader PDI, jika PDI mengutamakan kader maka itu terserah PDI. Disatu sisi jika PDI menjatuhkan pilihan ke Cun-Kasman, maka itu pilihan rasional, sebab Cun Kasman punya ektabilitas survey yang tinggi dari semua Bakal calon,” urainya.
“Semua terserah PDI, apakah memilih indikator Kader, ataukah memilih indikator Ilmiah dengan melihat hasil survey, Bagi saya Jika PDI P melihat indikator survey maka itu pilihan rasional,” ujar Aji doktor Ilmu Politik.
Untuk diketahui, Bapaslon Cun-Kasman sudah mengantongi tiga Kursi dengan partai koalisi PPP, PAN, dan Gerindra, sementara Bapaslon Joel Said juga mengantongi tiga kursi dengan satu partai yakni PKB. Peluang untuk bisa mendaftar ke KPU harus memenuhi lima kursi Parati pendukung, kedua Bapaslon harus mati matian mendapat SK PDI P, sebab partai tersisa hanya PDI P 3 Kursi dan Berkarya 1 Kursi. (mar/red)



Tinggalkan Balasan