poskomalut,  Salah satu strategi Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai untuk memperkuat wilayah pesisir yang rawan bencana dengan membangun penguat tebing di sejumlah titik.

Pembangunan penguat tebing tidak hanya untuk mengantisipasi bencana baik abrasi pantai dan lainnya, tapi untuk keberlangsungan pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah setempat.

“Pekerjaan ini tidak hanya melindungi permukiman dan infrastruktur dari ancaman bencana, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di daerah ini,” jelas Wakil Bupati Morotai, Rio Cristian Pawane, Selasa (24/6/2025) .

Menurutnya, jika pembangunan tersebut sudah berjalan, Pemda Morotai akan melakukan pengawasan secara ketat dengan melibatkan semua komponen. Bahkan, untuk memuluskan proyek itu berjalan dengan baik, dibuatkanlah kontrak kerjasama dengan pihak ketiga yang dipantau langsung aparat penegak hukum, misalnya kejaksaan.

“Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat secara transparan dan profesional agar proyek berjalan sesuai harapan, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi demi keberhasilan pembangunan,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang sudah bekerja keras hingga tahapan kontrak dapat terlaksana dan meminta para penyedia jasa melaksanakan tanggung jawab penuh selama pelaksanaan proyek.

“Jagalah mutu dan kualitas pekerjaan agar hasilnya tidak sekadar membangun, tapi mampu bertahan dan memberi manfaat jangka panjang,” pintanya tegas.

Untuk diketahui terdapat empat proyek penguat tebing yang bakal dikerjakan di tahun ini, di antaranya Desa Cio Gerong–Cio Maloleo, Morotai Selatan Barat dengan nominal anggaran Rp10.186.515.000, proyek penguat tebing Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan sebesar Rp3.587.732.000.

Berikutnya proyek di Desa Mandiri, Morotai Selatan sejumlah Rp9.482.541.000 serta proyek penguat tebing Desa Sangowo – Sangowo Barat, Morotai Timur senilai Rp8.132.744.000.