poskomalut, Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati, Rio Pawane harus menanggung utang pemerintahan sebelumnya sejumlah Rp194 miliar.

Namun, Rusli-Rio tetap berkomitmen untuk merealisasikan gaji perangkat desa dua bulan. Yakni April-Mei 2025.

Sebelumnya pada Juli 2025, Pemda Morotai sudah membayar gaji mereka untuk Februari-Maret 2025.

Plt Kepala BPKAD Morotai, Adhar Andi Sunding kepada awak media mengungkapkan, pihaknya secara bertahap membayar gaji aparat desa.

“Hari ini proses gaji kepala desa dan perangkat desa semua desa terbayar. Untuk ADD ini sudah dibayar dari Februari-Maret 2025,” kata Adhar, Rabu (2/8/2025).

Adhar menambahkan, Pemda Morotai akan melakukan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, termasuk pembayaran gaji aparatur desa.

“Jadi, untuk bulan April dan Mei hari ini sudah proses gaji kepala desa dan perangkat di 88 desa, semua tunggakan akan terbayar tuntas,” tandasnya.

Sementara terkait rincian utang tersebut berasal dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp200 miliar, sisanya yang harus dibayar selama tiga tahun oleh pemerintahan Rusli-Rio senilai Rp99 miliar.

Selain itu, ada utang fisik DAK 2024 sebesar Rp14,5 miliar, DAU spesifik gren Rp25,6 miliar. \

Sedangkan, utang lainnya disumbangkan dari alat terapi oksigen sebesar Rp3,2 miliar dan alkes lainnya sejak 2023 serta obat BMHP yang totalnya mencapai Rp15 miliar.

Terpisah, Bupati Rusli Sibua mengatakan “Selain itu utang bawaan berupa jasa medis sejak Juni hingga Desember 2024 ditaksir Rp3,6 miliar, belum termasuk utang belanja modal yang bersumber dari DAU blok grand dan spesifik grand sebesar Rp32,2 miliar. Juga utang dana PEN Rp35 miliar per tahun yang langsung dipotong dari DAU”.