MOROTAI-pm.com, Proyek pembangunan gedung Oukumene yang dikerjakan pada masa pemerintahan Bupati Benny Laos dua tahun lalu kini sudah mulai rusak.

Proyek dengan dua sumber anggaran yakni Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp12 milyar itu bermasalah.

Berdasarkan pantauan media ini di gedung Oukumene yang terletak di CBD Desa Daruba pada Selasa (29/8/2023), terdapat plafon di sejumlah titik di lantai satu sudah lama rusak dan bocor. Begitu juga plafon di lantai dua. Termasuk plafon di samping luar gedung juga alami kerusakan. Akibatnya, jika terjadi hujan maka sasarannya adalah lantai satu maupun dua digenangi air.

Selain itu, terdapat bangunan di lantai dua juga sudah mulai rusak, dan retaknya di dinding bagian depan gedung Oukumene.

Parahnya lagi lantai depan gedung itu juga sudah mulai amblas. Ini terlihat dari keramik yang ada di depan gedung itu tidak lagi rata, karena sebagiannya sudah teratak dan masuk ke dalam tanah.

Zul, salah satu petugas di Oukumene membenarkan jika plafon gedung tersebut sudah bocor.

“Ada beberapa titik di depan juga bocor, di pantai dua juga sudah bocor,” akunya.

Dirinya mengungkapkan, jika saat musim hujan, maka lantai juga dipenuhi dengan air hujan, ini disebabkan karena plafon bocor.

“Kalau hujan, lantai penuh air, dan sampai lantainya jadi kasar karena air,” ungkapnya.

Ia mengaku, masalah itu sudah disampaikan ke pengelola Oukumene yang saat ini bertugas di Kantor Urusan Agama (Kemenag)