PT. ADT Mangkir Dari Panggilan PN Bobong

TALIABU,PM.com- PT. Adidayah Tangguh (ADT) tidak menghadiri atau mangkir dari panggilan Pengadilan Negeri (PN), Bobong pada sidang gugatan perdata sengketa lahan di Desa Tolong, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) pada, Selasa, (5/11) kemarin.

Ini merupakan panggilan kedua dalam sidang lanjutan gugatan
perkara perdata Warga Desa Tolong, Ladayono terhadap PT. ADT yang saat ini menguasai
lahan warga,  yang dijadikan pelabuhan
perusahaan. Pengacara penggugat, Ladayono kepada Posko Malut di ruang tamu
penginapan Maruf, Kamis, (7/11) mengatakan, sidang kedua ini masih dengan
agenda sidang mediasi. Namun, tidak dapat dilanjutkan karena pihak tergugat PT.
ADT tidak hadir.

Informasi dari pengadilan, ketidakhadiran tergugat PT. ADT ini disebabkan alamatnya belum ditemukan. “Kalau kita berdasarkan dengan alamat yang ada di website itu, PT. ADT masih di kantor di Jakarta Pusat. Bagi kami silahkan saja, pihak PT. ADT tidak hadir dalam sidang.  Itu hak mereka tapi, bagi kami ketidakhadiran mereka juga menguntungkan pihak penggugat," ungkapnya.

Kata dia, sidang akan dilanjutkan pada tanggal 26
November 2019. Dia optimis akan memenangkan gugatan tersebut. “Berdasarkan
bukti yang kami miliki, kami sangat optimis menang dalam perkara gugatan
perdata ini karena dari bukti kepemilikan, penguasaan yang kami miliki. Lagi
pula pihak PT. ADT bahwa lahan yang dijadikan objek pelabuhan khusus.

"Jadi itu adalah milik klien kami, dan mereka juga sudah mengakui itu. Memang fakta kemarin itu hanya soal perdebatan pada ganti rugi dan tidak selesai," jelas Fatahila. "Dalam proses ini kami selalu optimis klien kami akan menang, dan kami tidak pernah berpikir klien kami kalah.  Memang sekarang ini ada persoalan-persoalan yang akan muncul terkait dengan upaya melemahkan klien kami.  Intinya kami tidak akan berhenti sampai di sini," ujarnya. (Cal/red).

Komentar

Loading...