PT IWIP Abaikan Perintah UU Ketenagakerjaan

Masyarajkat Saat Melakukan Aksi ke PT. IWIP beberapa waktu lalu

WEDA-PM.com,
DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, menyebut kasus kecelakaan karyawan yang terjadi,
penyebabnya karena PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tidak
menyediakan tempat tinggal serta transportasi antar jemput karyawan yang nyaman
dan aman. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang tenaga
kerja, dijelaskan bahwa perusahaan berkewajiban menyediakan transportasi dan
tempat tinggal.

Anggota
DPRD Asrul Alting mengatakan, sudah banyak kasus kecelakaan yang dialami
karyawan PT IWIP. Pemicunya adalah tidak tersedianya tempat tinggal karyawan.
"Perusahaan harus menyediakan mes bagi karyawan. Perusahaan juga harus
menyediakan tranportasi antar jemput karyawan dari Weda ke perusahaan,"kata
Asrul, dihadapan perwakilan PT IWIP belum lama ini.

Politisi
PDIP itu menegaskan, pergi dan pulang karyawan menjadi tanggung jawaban
perusahaan, karena itu masih kategori dalam wilayah kerja."Jangan jadikan
alasan pulang kerja tidak lagi tanggung jawab perusahaan. Tanggung jawab
perusahaan itu mulai dari berangkat kerja hingga pulang kerja,”kata Sekertaris
DPC PDIP Halteng itu.

Sementara
anggota DPRD Hayun Maneke mengaku mengdapatkan informasi PT IWIP sering
melakukan jebakan kepada karyawan, sehingga karyawan terjebak dalam kesalahan
yang seharusnya mereka tidak lakukan. Ia mencontohkan, saat karyawan sedang
tidur, seharusnya mereka dibangunkan, akan tetapi yang terjadi tidak demikian,
melainkan di foto lalu kirim ke pimpinan."Seharusnya mereka ditegur
kemudian beri pembinaan. Kalau mau diberhentikan lebih dulu diberikan SP 1
hingga seterunya,"katanya.

Sekertaris
NasDem Halteng ini, bahkan geram dengan sikap penerjemah di lapangan yang suka
marah-marah. Padahal, mereka hanya bertugas sebagai penerjemah, bukan pengawas."Budaya
Cina jangan diterapkan ke kita di Halteng. Bayangkan saja baru satu tahun saja
PT IWIP sudah banyak kasus, bagaimana jika sudah lama," katanya. (red)

Komentar

Loading...