SOFIFI-pm.com, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku Utara memberi penghargaan kepada Bunda PAUD Halmahera Selatan (Halsel) Rifa’at Al Sa’ada.
Penghargaan berupa sertifikat dan plakat tersebut merupakan bagian dari rangkaian giat media visit BPMP Provinsi Maluku Utara di Halsel pada 8-11 Oktober 2024.
Kepala BPMP Maluku Utara, Susanto menyampaikan, progres pengembangan Bunda PAUD Halmahera Selatan sangat signifikan terlihat.
Susanto menyebut, Halmahera Selatan sangat menonjol dengan pendidikannya, terutama pembinaan usai dini atau transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD).
Dirinya menyebut, saat kunjungan di PAUD TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Desa Babang mendapat banyak epos atau energi positif dari siswa-sisiwi di sekolah kanak-kanak tersebut.
“Saat kunjungan di PAUD Aisyiyah saya sempat merangkul beberapa anak-anak. Dan, itu memberikan saya epos. Jika epos ini kita jewantahkan dalam program dan pengembangan pendidikan saya kira itu luar biaya,” ucap Susanto, Rabu (9/10/2024).
Kepala BPMP menuturkan harapan kepada Bunda Paud Halsel agar kolaborasi bersama stakeholder setempat yang sudah terbangun tetap terjaga, sehingga masyarakat semakin marasakan dampak pengembangan pedidikan.
Sementara, Bunda PAUD Halsel, Rifa’at Al Sa’ada pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada BPMP Maluku Utara.
Menurutnya, apresiasi itu bentuk kepedulian atau prehatian kementrian melalui BPMP kepada Pemda Halsel.
“Terima kasih kami sudah ditengok. Ini ibarat orang tua yang menengok anaknya,” katanya.
Pada kasemptan itu Bunda PAUD juga menyampaikan sejumlah capaian dari program yang sudah dicanangkan.
Ia menyebut Bunda PAUD Hasel merupakan satu kesatuan dari berbagai stakeholder. Seperti Dinas Pendidikan, Forum Pokja Bunda PAUD, Himpaudi dan penggiat literasi.
Dengan potensi yang berbeda-beda, kata Rifa’at, dapat dielaborasi dan merumuskan visi-misi maupun program terbaik untuk pengembangan pendidikan anak usia dini di Halsel.
“Visi dan misi kita itu ingin mewujudkan pendidikan itu awal dari sebuah bangsa, khususnya Halmahersa Selatan,” ungkapnya.
Lanjut Rifa’at menerangkan, dari total jumlah 239 desa di Halsel, hampir sebagaian besar sudah terintegrasi dalam sistem monitoring dan evaluasi Bunda PAUD terkait fasilitas atau sarana prasaran sekolah.
“Meski ada beberapa desa yang belum terakses jaringan, dan belum ada PUAD. Tetapi, kita upayakan semuanya terkoneksi. Caranya, Bunda PAUD Kecamatan setiap waktu harus melaporkan progres di lapangan lewat WhatsApp grup. Sehingga kita bisa dengan mudah mengotrol,” terangnya.
Istri dari Bupati Halmahera Selatan itu menyatakan salah satu dampak implementasi dari program Bunda PAUD, yakni meningkatnya respon positif dari masyarakat.
“Salah satu dampaknya yang kasat dirasakan adalah keberadan Bunda PAUD hampir semua diketahui dan dikenal masyarakat Halsel,” tukasnya.



Tinggalkan Balasan