poskomalut, Aditiya Hanafi menunjukan sikap yang aneh setelah mengehabisi nyawa rekan kerjanya, di BPS Halmahera Timur, Karya Listyanti Pertiwi alias Tiwi.

Sebelum menyerahkan diri ke polisi, Hanafi sempat minta kepada istrinya, Almira Fajriyati Marsaoly untuk diruqyah.

Keterangan ini diungkapkan Almira melalui kuasa hukum, Rusdi Bachmid dan rekan saat jumpa pers di Ternate, Rabu (13/8/2025).

Rusdi menyatakan, pada 31 hingga 3 Agustus pelaku selalu menangis dan berhalusinasi, sikap tersebut dinilai tidak normal.

Rusdi mengatakan, Almira dan orang tuanya khawatir, sehingga mengantarkan pelaku ke Maba lewat Sofifi. Almira meminta kontak dari sopir yang mengantar Hanafi untuk memastikan pelaku sampai pada tujuan di Maba atau tidak.

Ternyata pelaku meminta sopir berhenti dan turun di Desa Ekor.

Tujuannya ke Maba pada 3 Agustus, karena masa cuti sudah habis, sehingga ia harus kembali berkantor.

“Saksi kemudian komunikasi kepada pelaku, kenapa turun di Ekor, kamu kan harus ke Maba. Setelah itu hilang komunikasi, lalu pada 4 Agustus pelaku menyerahkan diri ke polisi. Pelaku menyerahkan diri ke polisi itu saksi mengetahui dari salah satu mantan Kepala BPS Haltim,”jelasnya.

Rusdi membeberkan, pelaku sudah menunjukan sikap yang tidak normal saat tiba di Ternate pada 20 Juli. Pelaku selalu meminta diruqyah.

“Pelaku selalu meminta saksi kalau boleh cari orang tetua untuk ruqyah saya. Saya itu berapa minggu terakhir ini mengambil keputusan yang tidak bagus,”kata Rusdi menirukan permintaan pelaku.

“Almira kemudian menannyakan, keputusan apa, tapi pelaku hanya menceritakan soal judi online dan kurang lebih pelaku sudah menghabiskan Rp100 juta untuk judi,” sambungnya.

Rusdi menegaskan hubungan suami istri antara klien mereka dan pelaku belum dipikirkan, karena masih fokus proses hukum yang tengah berjalan.

Mag Fir
Editor