MOROTAI-pm.com, Sepuluh orang pensiunan guru di Kabupaten Pulau Morotai mendapat piagam penghargaan purna bhakti guru 2025 dari Bupati Rusli Sibua.
Pemberian penghargaan dari orang nomor satu di pemerintahan Morotai itu lantaran dianggap sangat berjasa dalam membangun dan mencerdaskan anak bangsa di kabupaten paling Utara di Maluku Utara itu.
Kesepuluh guru tersebut yakni Bilha Bode, unit kerja SD Inpres Sangowo dengan golongan IV/a jabatan guru ahli Madya, Fatmah Pawane, dengan unit kerja TK Islamiyah III/c jabatan guru muda, Djidon Hihika S.Pd jabatan guru ahli madya golongan III/c sekolah SD GMIH Buho Buho, Adriance Kaluas dengan golongan IV/a jabatan guru pembina dari sekolah SD GMIH Leo Leo Rao, Arnikus Bandari golongan III/c jabatan guru muda dari sekolah SD Wowemo, Farid Tuang S.Pd golongan IV/a jabatan guru ahli madya dari SD Wowemo, Drs Sahri Mandea golongan IV/a jabatan Guru pembina asal sekolah SMP Alkhairat Bere Bere, Karlina Geppy S.Pd guru ahli Pratama dengan golongan III/b SD Inpres Raja, Toniportis Ngato dengan golongan IV/a jabatan guru ahli madya dari SD Tawakali serta Donatus Beteng golongan III/d jabatan guru muda yang bertugas di SD Aru Irian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Morotai, Hi. Rajak Lotar melalui Sekertaris Dikbud, Ujang Bagindo mengatakan bahwa pemberian penghargaan kepada para pensiunan guru, karena mereka mengabdi yang cukup lama.
“Maka bupati dan wakil bupati ingin memberikan penghargaan itu sebagai bentuk dedikasi pengabdian mereka. Jadi pemberian penghargaan itu Bupati dan Wakil Bupati mau harus tepat di hari pendidikan nasional,”katanya.
Ujang mengungkapkan, pemberian penghargaan itu pernah diberikan disaat periodesasi Rusli Sibua sewaktu menjadi bupati definitif pertama dan pada pemerintahan awal saat ini.
“Jadi Pak Bupati Rusli Sibua dulu juga kasih penghargaan di guru-guru yang pensiun, begitu juga sekarang. Menurutnya hal itu dilakukan karena dari sisi silsilah keluarga Bupati Rusli Sibua juga terlahir dari keluarga pendidikan, baik itu ayahnya maupun ibunya juga pensiunan dari guru,” terangnya.
Maka tentu sebagai keluarga pendidikan bupati memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Olehnya itu mudah-mudahan hal ini terus dilakukan.
“Sehingga bentuk ikatan emosional antara bupati sebagai pembina guru tentu diharapkan rahmat bagi mereka,”pungkasnya.



Tinggalkan Balasan