Setahun Tak Ada Pembeli, Belasan Warung di CBD Morotai Terpaksa Ditutup

Belasan warung di CBD yang terpaksa ditutup lantaran tak ada pembeli.

MOROTAI-pm.com, Sungguh miris, nasib belasan pedagang makanan yang berjualan di kuliner Central Bisnis Distrik (CBD) yang terletak di pasar Desa Gotalamo Kecamatan Morotai Selatan (Morsel). Mengapa tidak, para penjual makanan itu terpaksa harus menutup warungnya lantaran tidak ada pengunjung yang datang untuk makan di tempat tersebut.

Bahkan, sudah hampir setahun mereka tak lagi berjualan lantaran tidak ada masyarakat yang berkunjung untuk makan maupun minum.

"tidak  ada yang berkunjung di kuliner CBD, maka torang (Kami) harus tutup tempat jualan, dan ini so (sudah) hampir setahun ditutup,"ungkap Mona, salah satu penjual makanan di CBD kepada media ini, Selasa (6/6/2023).

Menurutnya, jika kulinernya dibuka maka, dagangannya tidak akan didatangi para pembeli. akibatnya, warung harus ditutup.

“Ini dalam rangka menghindari kerugian yang lebih parah, kalau sudah masak banyak lalu tidak ada pembeli, maka sudah pasti kita yang rugi, makanya harus ditutup,” bebernya.

Mona menduga, salah satu faktor banyak masyarakat tidak datang di tempat tempat kuliner disebabkan karena perputaran ekonomi yang lambat. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mau berbelanja di warung.

“Orang tidak punya uang untuk beli makanan di warung, memang banyak yang mengeluh tidak hanya di pedagang makanan, di pasar banyak ibu ibu yang jualannya terpaksa dibuang karena tidak laku, coba di survei berapa banyak masyarakat Morotai yang keluar mencari lapangan kerja, ini karena kurangnya lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Ia menyarankan kepada pemerintah untuk bisa memberdayakan masyarakat Morotai, sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan normal.

“Masyarakat Morotai masih bergantung di APBD, karena disini tidak ada perusahaan atau proyek pemerintah yang bisa mempekerjakan masyarakat lokal makanya pemerintah harus juga bertanggungjawab memikirkan nasib masyarakatnya,” sarannya.

Komentar

Loading...