Era Revolusi industri 4.O dengan tegas meminta negara-negara dunia ketiga untuk menyediakan bahan baku daya manusia yang cukup untuk bersaing secara terbuka berskala Global. Disisi lain 4.O juga memaksa sosio-kultur lokal harus saling bersinggungan antara satu dan lainnya.
Perkembangan teknology cyber yang begitu pesat hingga mampu mengendalikan teknologi mekanis, dan menyingkirkan tenaga kerja manuasia, merupakan arah perkembangan yang pasti dari 4.O. Itu artinya, bahwa akan terjadi pergesaran kinerja manusia dari penggunaan tenaga manual ke pengendalian otomatis.
Dengan demikian maka dimasa-masa jangka pendek-menengah kedepan ini, merupakan suatu masa pergeseran paradigma masyarakat untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Maka penguatan bahan baku daya manusia ke arah sana sembari tetap menguatkan sosial budayanya, adalah solusi terbaik dalam menyesuaikan masyarakat terhadap revolusi 4.O saat ini.
Selain itu, negara-negara dunia ketiga dipaksakan untuk mengembangkan ekonomi dan investasi terpadu untuk mendukung kemajuan masyarakat dalam revolusi industri 4.O. Sebab apapun bentuknya revolusi industri membutuhkan jejaring fiskal yang kuat untuk terus bertahan di gelanggang Ekonomi global.
Artinya bahwa, untuk bersaing didunia industrialis 4.O kesiapan ekonomi dan investasi yang cukup, adalah solusi untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi perkembangan dunia di masa-masa mendatang.
Sehingga penting kiranya ada stimulus untuk merekayasa perkembangan sentra pertumbuhan ekonomi baru berbasis sektarian demi menjaga disparitas antar wilayah.
Untuk mewujudkan semua itu, tentu kita membutuh sebuah sistem yang kuat dan akut, serta aparatus yang berkinerja dan inovatif untuk mengelola serta menjalankan kemajuan itu secara profesional. Sederhananya, demi menjaga eksistensi masyarakat dalam pergulatan global, kita membutuhkan sebuah pemerintahan yang benar-benar bisa melayani masyarakat dalam masa transisi itu.
Dari pada semua fakta-fakta demi kemajuan masyarakat itu, kita dapatkan tiga kesimpulan utama sebagai solusi dalam membangun sebuah masyarakat di tengah persaingan industri 4.O itu, yakni;
Pertama, Penguatan sumber daya manusia dan sosial budaya, sebagai basis primer kemajuan satu daerah.
Kedua, pengembangan ekonomi dan investasi terpadu, sebagai basis primer pengembangan satu daerah. Dan,
Ketiga, Aparutur Pemerintahan yang berkinerja, inovatif dan melayani, sebagai basis primer Pengelolaan satu daerah.
Sehingga dari ketiga faktor penentu persaingan global dalam industri 4.O itu dapat kita sederhanakan dengan “kemajuan, pengembangan dan pengelolaan” yang terintegrasi secara baik dan benar.
Jika kita tarik proyeksi ini dalam menilai misi kandidat Pilwako Kota Tidore kepulauan. Maka ketig proyeksi diatas sangat sejalan dengan misi Pasangan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN) dalam kontestasi Pilwako Tikep 2020.
Artinya bahwa pemikiran pasangan AMAN adalah pemikiran yang sangat visioner dalam membangun masyarakat Tikep kedepan di tengah-tengah pertarungan dunia industri 4.O di masa mendatang.
Bahkan lebih jauh daripada itu, Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sudah memproyeksikan dengan ketiga misi itu maka akan tercapai sebuah tatanan masyarakat sejahtra, menuju tidore “jang foloi”.



Tinggalkan Balasan