poskomalut, Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Lapkesmas) 2025 senilai Rp15,4 miliar dikerjakan PT Wahana Dimensia sudah selesai proses administrasi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Morotai.
Berdasarkan data media ini, pembuatan dokumen dilaksanakan pada 4-23 Juli 2025 penandatanganan kontrak sebagai tindak lanjut pembangunan Lapkesmas yang dibangun di lokasi jalan masuk pasar CBD.
Hanya saja, hingga kini belum ada progres pembangunannya, warga pun menyoroti proyek belasan miliar tersebut.
“lokasinya setiap saat dilewati masyarakat, dan ini sudah hampir sebulan selesai tendernya, kenapa pekerjaan lab itu belum dikerjakan. Nah, itu yang harus kita pertanyakan,” ungkap Ul, salah satu Warga Morotai, kepada media ini, Selasa (12/08/2025).
Ia menekankan agar pihak kontraktor segera mengerjakan proyek dimaksud, sehingga Laboratorium itu bisa selesai sebelum 2025 dan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Jadi sebagai warga kami siap mengawasi dan mendukung program pemerintah dalam sektor pembangunan. Tapi proses pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan yang ada,” tegasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Pulau Morotai, Anhar Tofure kepada awak media mengatakan bahwa, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak rekanan menyangkut dengan proses pekerjaan.
“Kemarin saya sudah konfirmasi dengan mereka (kontraktor) bahwa keterlambatan dalam pekerjaan itu disebabkan, karena mereka terkendala dengan tenaga ahli khusus untuk bass. Jadi yang tukang bas itu ternyata mereka datangkan dari sanger, kalau tidak salah, makanya agak terlambat,” ungkapnya.
Anhar menyampaikan, berdasarkan koordinasi bahwa material untuk pembangunan Lapkesmas sudah dalam perjalanan. Sedangkan material lokal juga sudah siap.
“Misalnya besi sudah masuk, bahkan mess mereka juga sudah. Dan terus mereka punya material pabrikan juga sudah dalam perjalanan dari Surabaya,” katanya.
“Jadi yang pekerja juga akan dorang pakai orang Morotai. Akan tetapi khusus yang penanggungjawab mereka datangkan dari luar. Dan, katanya satu dua hari mereka sudah ada,” sambung Anhar.



Tinggalkan Balasan