DARUBA-pm.com, Ketidakhadiran Pj Bupati Morotia dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam acara doa dan dzikir bersama untuk Palestina yang digelar di pelataran Taman Kota Daruba, Jumat (18/11/2023) malam, ternyata menuai kritik dari Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT).
Sebelumnya, undangan untuk doa dan dzikir bersama dengan mengundang semua pihak baik muslim maupun non muslim serta Pemda Morotai.
“Bisa saja kita lihat, di mana tempat mereka (Pemda) bisa ada, tetapi di sini kami bisa hitung dengan jari. Di mana hati nurani kalian wahai pemerintah daerah,” cetus Ketua BKMT Morotai, Ustadzah Fahima Abdullah saat memberikan tausiah di hadapan masyarakat yang menghadiri do’a dan zikir bersama.
Dengan suara yang lantang Fahima mengatakan “hidup ini hanyalah sementara dan akhirat adalah sesuatu yang kekal”.
“Bahwa mata mu tidak buta, tapi hatimu sudah buta. Dan, ingat dunia sementara akhirat selamanya,” katanya.
Ia mengaku kehadirinya sudah melihat berapa pejabat Morotai yang datang menghadiri acara religius tersebut.
“Yang ada hanya ibu camat Morotai Selatan, Forkopimda, sejumlah kepala-kepala desa serta ibu-ibu BKMT baik dari Morotai Jaya, Morotai Utara, Morotai Timur dan Morotai Selatan dan Morselbar yang datang. Tapi kalau pejabat-pejabat pemerintahan tidak ada yang datang. Ini sangat aneh,” kesal salah satu warga yang mengikuti kegiatan doa dan dzikir itu.
Ia meminta kepada Pemda Morotai untuk membuka hati agar merespon kegiatan sosial kemanusiaan.
“Karena soal Palestina adalah soal kemanusiaan,” tukasnya.



Tinggalkan Balasan