DARUBA-pm, Kepala Desa (Kades) Sopi Loleo berinisial I diduga kuat terlibat dalam politik praktis. Ini dikuatkan dengan dugaan keputusannya memecat guru paud yang bertugas di desa tersebut.
Pemecatan itu lantaran arahan Kades untuk memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ditolak para guru Paud. Tak hanya guru Paud, sejumlah aparat desa pun mengalami nasib sama.
“yang dipecat di Paud itu Nursan Kodobo, terus aparat desa Rusli Marjan, Ikbal Marjan, Nurmin Kabayo, Aminah, Sumahi. Nah dorang itu yang dapa pecat. Sebenarnya banyak, tapi saya belum hafal yang lain,” ungkap salah satu warga Sopi kepada awak media, Kamis (1/2/2024).
Menurutnya, Kades tersebut memaksa para aparatur desa untuk memilih PSI, jika tidak diindahkan maka pemecatan harga mati.
“Masalah kades ini dia politik pe hal orang punya hak, paksa akhirnya yang dong (mereka) mangajar di Paud maupun mengabdi di desa, aparat desa itu semua dia pecat kalau tidak ikut PSI,” ungkapnya.
Bahkan, untuk memilih PSI, Kades pun menjanjikan para aparatur maupun masyarakat mendapatkan bantuan perumahan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).
“Terus yang ada ini dia cari masa yang ada ini kades, dia mulai kase tawar (tawarkan) masalah Perkim iko di PSI supaya kase dapa (diberikan) bantuan. Pokoknya macam-macam dia rayu, ini kades,” cetusnya seraya menambahkan, beberapa aparat desa juga terancam dipecat jika tidak mengikuti kemauan Kades untuk memilih PSI pada 14 Februari 2024 nanti.
Sementara itu, Kades Sopi Loleo dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, belum bersambut hingga berita ini naik tayang.



Tinggalkan Balasan