Terkuak Anggaran Bumdes Ditilep, Oknum Anggota DPRD Diduga Terlibat

Pemdes Korago, masyarakat dan pengurus bumdes gelar rapat mendesak pertanggungjawaban anggaran Bumdes.

DARUBA-pm.com, Bendahara Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Korago, Kecamatan Morotai Utara (Morut) berinisial EK diduga kuat menyalahgunakan anggaran 2023 senilai Rp400 juta.

Dugaan penyalahgunaan anggaran Bumdes mencuat lantaran hingga kini, belanja alat depot air diduga hanya berkisar Rp50 juta, sementara ratusan juta lainnya diduga goib, karena hingga kini tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dugaan itu dikuatkan setelah anggota Bumdes dan masyarakat mengadaan rapat bersama di dalam kantor desa. Dan, terungkap anggaran tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan pihak pengelola Bumdes.

"Rapat menghadirkan anggota Bumdes, masyarakat desak agar anggaran itu segera dipertanggungjawabkan, namun anggaran Rp400 juta itu tidak tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan nyaris bentrok antar masyarakat lantaran ada yang bela Bumdes,” ungkap salah satu warga Korago kepada media ini, Jumat (9/2/2024).

Saat pencairan anggaran yang oleh EK, pada Oktober 2023 di dua bank berbeda, hingga kini baru dibelanjakan alat depot air yang ditaksir bernilai Rp50 juta. Sedangkan uang senilai Rp350 juta raib.

"Torang minta doi (uang) Bumdes yang belum terpakai itu segera dibawa, namun tidak bisa ditunjukkan,” ungkapnya.

Bahkan, awalnya bendahara EK ingin membongkar kasus tersebut dan siap mempertanggungjawabkan ke ranah hukum jika terdapat unsur pidana.

Namun, saat rapat bersama warga, EK malah berkilah, bahkan diduga kuat dibeking kelompok kepentingan yang sudah mengambil uang tersebut untuk kepentingan di luar dari program Bumdes.

"Awalnya bendahara Bumdes ngotot untuk bongkar siapa orang di balik perampokan uang itu. Tapi saat rapat bendahara tidak lagi ngotot, karena kami duga bendahara juga sudah diatur orang di balik penyahalahgunaan anggaran itu,” cetusnya.

Sementara EK ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban yang jelas.

"Oh soalnya ketua Bumdes belum datang jadi saya belum cek, saya hanya kasih cair saja,” katanya.

Dirinya mengaku dari total anggaran, sudah Rp120 juta terpakai untuk belanja depot air. Namun, ketika ditanyakan kembali bahwa berdasarkan laporan warga, bahwa belanja dua item kegiatan, yakni sumur bor dan alat depot air hanya berkisar Rp50 juta, dirinya tetap mengalihkan jawaban dengan mengatakan, anggaran tersebut dibelanjakan ketua Bumdes.

Bahkan sejumlah pertanyaan soal siapa otak di balik skenario belanja anggaran Bumdes semisalnya dugaan keterlibatan salah satu anggota DPRD Morotai yang saat ini kembali bertarung di Pileg 2024, dirinya tidak memberikan jawaban hingga berita ini dipublis.

Komentar

Loading...