Tindak Lanjut Temuan Komisi III, Merlisa Marsaoly Janji Selesaikan Proyek MY di Obi

Merlisa Marsaoly.

SOFIFI-pm.com, Komisi III DPRD Malut menindaklajuti hasil sidak 21 paket proyek Multiyears (MY) dengan mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak rekanan, Rabu (16/8/2023).

Dari 21 paket proyek MY, salah satu ruas yang disorot adalah pekerjaan jalan dan jembatan Laiwui-Jikotamo-Anggai di Pulau Obi, Halmahera Selatan (Halsel). Sesuai hasil sidak komisi III, progres pekerjaannya baru 20 persen.

Proyek tersebut dikerjakan PT Addis Pratama Persada dengan nilai kontrak Rp27.7 miliar.

Komisi III DPRD melalui RDP menekankan kepada Dinas PUPR Malut dan pihak ketiga agar 21 proyek tersebut ini selesai sesuai batas masa kontrak Desember 2023.

“Kami akan terus pantau dan mengevalusi pelaksanaanya supaya keseriusan mereka harus dibuktikan, karena beberapa ruas jalan yang presentasinya masih di bawah seperti ruas Obi, Laiwui-Jikotamo-Anggai. Kita sudah tanyakan ke Ibu Merlisa selaku pihak rekanan pekerjaan itu dan yang bersangkutan bersedia siap menyelesaikan," ungkap Ketua Komisi III DPRD Malut, Rusihan Jafar usai RDP di Ternate.

Sementara, Direktur PT Addis Pratama, Merlisa Marsaoly menyebutkan bahwa, pekerjaan Obi sudah pencairan 20 persen. Hanya saja di lapangan sesuai dilaporkan PPK beserta direksi dan tenaga teknis sudah mencapai 39.7 persen.

"Terhitung 40 persen karena kemarin PPK sebelumnya pak Sofyan Kamarullah, dia hitung 40 persen karena dimasukkan baja beling yang sudah terbayarakn 100 persen dan itu dianggap masuk dalam progres. Padahal bajanya belum di antar ke lokasi. Sementara yang lain itu dihitung pekerjaan badan jalan dan leger serta beberapa item lainya,” ungkapnya.

Mantan calon Wali Kota Ternate itu mengaku, pekerjaan Obi hingga sekarang belum sampai pada tahapan pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA). Meski begitu,  ia memastikan pengaspalan tetap dilaksanakan.

"Untuk LPA sudah pasti dilakukan. Sekarang masih masukkan baja beling jembatan. Jadi memang ada tahapan-tahapan pekerjaannya dilaksanakan. Untuk AMP inikan pekerjaan terkahir nanti pemasangannya satu bulan karena di sana pekerjaan hotmix lima kilometer. Jadi kita tetap selesaikan sesuai kontrak kerja 100 persen,” terangnya.

Terpisah, PPK M Rizal mengatakan setelah menggangtikan Sofyan Kamarullah, dirinya bakal turun ke lokasi mengidentifikasi pekerjaan.

Rizal bilang, ada permintaan perubahan untuk beberapa item pekerjaan nanti ditinjaklanjuti sesuai hasil kunjungan di lapangan nanti.

“Untuk memperjalas itu saya harus turun lokasi dulu. nanti kita lihat kondisinya disesuaikan dengan kebutuhan,” tukasnya.

Komentar

Loading...