TPP Tak Dibayar, Pejabat dan ASN Morotai Gerah Dengan Sikap Kepala BPKAD

Ilustrasi.

MOROTAI-pm.com, Pejabat maupun Aparat Sipil Negara (ASN) di Pemda Morotai saat ini merasa gerah dengan kebijakan Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), Suryani Antarani.

Pasalnya, Suryani diduga kuat tebang pilih dalam mencairkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) atau TKD. Pencairan TPP hanya diprioritaskan  kepada orang dekat Kepala BPKAD misalnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dinas yang dipimpinnya.

"Yang diberikan tunjangan itu hanya BKD dan keuangan. Ini tebang pilih, sementara yang namanya tunjangan itu kalau cair ya harus semua dinas juga. Bukan tebang pilih begitu, dan hampir semua mulai dari kepala dinas, kabid dan bawahan lainnya mengeluhkan hal yang sama,"ungkap sumber terpercaya media ini saat ditemui di kantor Bupati, Senin (10/7/2023).

Ia menyatakan, sudah dua bulan tidak mendapatkan tunjangan, walaupun gaji 13 sudah diterima. Namun menurut dia, tunjangan penghasilan itu sangat dibutuhkan lantaran dengan kondisi ekonomi Morotai yang lagi merosot.

“Belum lagi biaya masuk siswa-siswi dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi dengan berharap dari tunjangan,” ujarnya.

“Torang (kami) berharap dengan adanya tunjangan itu, maka bisa membantu keluarga dalam hal ekonomi, pendidikan saat ini banyak anak yang masuk sekolah. Kami hanya berharap pada tunjangan, karena gaji sudah digadai di bank, kalau tidak dikasih berarti sama halnya pemda buat anak buahnya menderita,” katanya dengan nada kesal.

Dirinya mengatakan, jika daerah belum punya anggaran untuk membayar TPP, sebaikanya ditunda dulu realisasinya.

“Tapi kalau dibayarkan hanya pada dinas tertentu, itu artinya daerah ada uang tapi pilih kasih dalam pencairan anggaran tersebut. Yang jadi soal, apakah kami di badan dan dinas lain bukan pegawai Pemda Morotai, ada apa sebetulnya ini,” cetusnya.

Sementara, Kaban BPKAD Morotai, Suryani Antarani dikonfirmasi di kanatornya l tidak berada di tempat.

“Ibu kadis belum datang,"kata sejumlah pegawai di BPKAD Morotai.

Komentar

Loading...