MOROTAI-pm.com, Masyarakat Morotai di lingkar bandara akan terus berjuang membebaskan ratusan hektar lahan yang saat ini masih jadi polemik dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU).
“Tetap berlanjut, karena selangkah saat ini menuju penyelesaian di istana,” ungkap PLT Ketua Lingkar Bandara, Luter Djaguna kepada awak media di kantor Bupati Morotai, Selasa (24/10/2023).
Saat ini lanjut dia, masih terkendala pada persoalan revisi tata ruang.
“Di situ juga ada sertifikat dari kesultanan dan nanti kita sama-sama dengan bupati, kesultanan dan komite lingkar bandara ke Jakarta dengan DPR RI untuk ketemu Menhan dan Menkeu untuk merevisi SK,” jelasnya.
Menurutnya, masalah sengketa tanah antara masyarakat lingkar bandara dengan pihak TNI AU sudah cukup panjang. Bahkan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan tuntutan warga setempat.
Bahkan, sengketa lahan antara TNI AU terjadi sejak 20 November 2020 dengan melibatkan masyarakat 8 desa. Lahan tersebut seluas 1.125 hektare yang dipersoalkan. Sedangka yang diperjuangkan ke pemerintah pusat yakni seluas 443,3 hektar.
“Ada sekitar 443,3 hektare yang diperjuangkan,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan