TIDORE-PM.com, Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt H Ali Ibrahim , MH menyampaikan Laporan rancangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Selasa, (8/6) kemarin dalam rapat Paripurana ke-4 masa persidangan ke-III tahun 2021.
Wali kota dalam pidatonya menyampaikan berdasarkan laporan realisasi anggaran tahun 2020 masih menggambarkan ketergantungan terhadap dana transfer pusat sangat tinggi dimana rasio kemandirian pemda kota tidore kepulauan tahun 2020 sebesar 9% dari total pendapatan daerah naik 1,59% dari tahun 2019 sebesar 7,41%.
Ali Ibrahim menguraikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Tidore Kepulauan Tahun Anggaran 2020 yang terdiri atas, Laporan Realisasi APBD (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP SAL), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) dan, Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLk) Realisasi pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 906.027.787.630,00 (Sembilan Ratus Enam Milyar Dua Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Rupiah) atau 103,65% dari jumlah yang dianggarkan. Pendapatan Kota Kota Tidore Kepulauan Tahun 2020 melebihi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 31.947.578.526,00 (Tiga Puluh Satu Milyar Sembilan Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Dua Puluh Enam Rupiah).
Realisasi Belanja dan Transfer Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp820.373.123.981,00 (Delapan Ratus Dua Puluh Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Rupiah) atau terealisasi sebesar 92,72% dari jumlah yang dianggarkan. Tahun 2020 terjadi penghematan belanja sebesar Rp71.633.299.672,00 (Tujuh Puluh Satu Milyar Enam Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Dua Rupiah).
Realisasi Pembiayaan Neto Tahun 2020 sebesar Rp28.991.326.910,00 (Dua Puluh Delapan Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Tiga Ratus Dua Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Sepuluh Rupiah) atau 161,73% dari jumlah yang dianggarkan, Pada tahun anggaran 2020 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp114.645.990.559,00 (Seratus Empat Belas Milyar Enam Ratus Empat Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Ribu Lima Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah).
Selanjutnya disampaikan saldo anggaran lebih Pemerintah Kota Tidore Kota Tidore Kepulauan Tahun Anggaran 2020 yang tergambar dalam Laporan perubahan Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp114.645.990.559,00 (Seratus Empat Belas Milyar Enam Ratus Empat Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Ribu Lima Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah). Jumlah Saldo Anggaran Lebih Tahun 2020 bersumber dari SILPA Tahun 2020, Sedangkan Posisi keuangan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebagaimana yang dituangkan dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2020 adalah sebagai beriku, Nilai Total Aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tidore sebesar Kepulauan Rp1.753.928.943.770,00 (Satu Triliun Tujuh Ratus Lima Puluh Tiga Milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Tujuh Puluh Rupiah), Nilai total kewajiban (Utang) Daerah sebesar Rp 5.067.056.864,00 (Lima Milyar Enam Puluh Tujuh Juta Lima Puluh Enam Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Empat Rupiah).
Sementara itu nilai Total Ekuitas/Kekayaan Bersih sebesar Rp1.748.861.886.906,00 (Satu Triliun Tujuh Ratus Empat Puluh Delapan Milyar Delapan Ratus Enam Puluh Satu Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Enam Rupiah) dengan Surplus Laporan Operasional Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2020 adalah sebesar Rp 158.564.318.436,00 (Seratus Lima Puluh Delapan Milyar Lima Ratus Enam Puluh Empat Juta Tiga Ratus Delapan Belas Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Enam Rupiah). Surplus Laporan Operasional bersumber dari, Jumlah Pendapatan Daerah sebesar Rp 887.794.816.477,00 (Delapan Ratus Delapan Puluh Tujuh Milyar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Delapan Ratus Enam Belas Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah), dan Jumlah Beban Operasi, Defisit Non Operasi dan Beban Luar Biasa Tahun 2020 sebesar Rp 729.230.498.041,00 (Tujuh Ratus Dua Puluh Sembilan Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Empat Puluh Satu Rupiah).
Sedangkan untuk saldo akhir kas Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berdasarkan Laporan Arus Kas sebesar Rp108.066.901.270,00 (Seratus Delapan Milyar Enam Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Satu Ribu Dua Ratus Tujuh puluh Rupiah), Sedangkan Jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah yang tertuang dalam laporan perubahan Tahun 2020 sebesar Rp1.748.861.886.906,00 (Satu Triliun Tujuh Ratus Empat Puluh Delapan Milyar Delapan Ratus Enam Puluh Satu Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Enam Rupiah).
“Terima kasih kepada Dewan yang telah mengikuti penyampaian ini semoga tetap tanamkan niat kita untuk pembangunan dan kemajuan Kota Tidore Kepulauan, semoga apa yang telah kita lakukan mempunyai nilai ibadah di sisi Allah SWT amin” sebut Ali Ibrahim.
Ali Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama bekerja membangun Kota Tidore Kepulauan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi covid 19 yang telah melanda seluruh dunia agar dimasa yang akan datang. “Kita mampu mencapai kemandirian daerah yang selalu mengandalkan seluruh potensi dan sumber daya yang tersedia,” Tutur Ali.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Tikep Ahmad Ishak bersama 21 dari 25 anggota ,unsur Forkompinda, Sekretaris Daerah bersama Ibu, para Asisten dan Staf Ahli dan para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.(mdm/red)

Tinggalkan Balasan