poskomalut.com
baner header

2024, Target Kemiskinan di Malut Turun 5 Persen

SOFIFI-PM.com,  Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), menargetkan di tahun 2024 nanti, kemiskinan di Maluku Utara turun 5 persen. Ini tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2019-2024, yang disahkan DPRD Provinsi Malut.

Hal ini sesuai dengan laporan komisi II dan Komisi III Dewan Provinsi (Deprov) Malut melalui juru bicara Anggota Komisi III Deprov, Zulkifli Hi Umar menjelaskan, hasil pembahasan terhadal draft rancangan peraturan daerah tentang RPJMD Malut awal pembahasan terdapat 34 peraturan dan setelah pembahasan menjadi 31  peraturan. 

Pengesahan RPJMD Provinsi Malut  baru saja dilakukan berdasarkan hasil Rapat Pembahasan dengan Sekretaris Daerah dan BAPPEDA Malut. Untuk proyeksi keuangan daerah dalam lima tahun kedepan telah dilakukan optimasi untuk mendukung perkembangan kebutuhan belanja prioritas dalam rangka pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD, yakni komposisi PAD dalam struktur pendapatan dirancang untuk mengalami peningkatan secara gradual, dari 15% pada tahun 2020 menjadi 17,5% pada tahun 2024.

Arahan-arahan kebijakan untuk meningkatkan dan memperluas sumber PAD telah disajikan dalam Bab III Rancangan RPJMD. Pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan diproyeksikan mengikuti tren historisnya pada kisaran 8,5% sampai 10,6%.

“Pada dasarnya Rancangan RPJMD bersifat memberikan pedoman dalam menetapkan prioritas utama pengembangan selama lima tahun kedepan disesuaikan dengan kondisi/permasalahan actual, khususnya kebutuhan hilirisasi hasil tanaman pertanian dan perkebunan,”harapnya.

Rancangan RPJMD telah menyediakan mapping kewilayahan berdasarkan sebaran rumah tangga pertanian di seluruh wilayah Kabupaten/Kota sebagai rujukan dalam menetapkan lokus kegiatan pada Renstra dan Renja Perangkat Daerah.

Untuk pengembangan sektor unggulan perikanan, pada Bab VI RPJMD telah memberikan arahan yang sangat spesifik untuk menempatkan prioritas pada sektor perikanan tangkap dengan mendorong pengembangan 3 (tiga) Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) untuk meningkatkan daya saing sector perikanan tangkap di daerah.

“Pengembangan sektor perikanan budidaya telah disesuaikan dengan potensi aktual dan yang sudah berjalan saat ini. Rancangan RPJMD telah menyediakan arah kebijakan yang komprehensif untuk pengembangan Kota Sofifi selama lima tahun kedepan. Arahan pengembangan Kota Sofifi telah diselaraskan dengan agenda prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024,” ungkapnya.

Beberapa Target Makro RPJMD Provinsi Maluku Utara 2020-2024 diantaranya, Laju pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6,7 – 7,7 %; saat ini (Tahun 2019) sebesar 6,13%; PDRB Per Kapita naik menjadi 38,4 juta rupiah pada tahun 2024; saat ini (Tahun 2019) sebesar 25,05 juta rupiah. Indeks Rasio Gini turun menjadi 0,280 pada tahun 2024; saat ini (Tahun 2018) sebesar 0,330. Tingkat pengangguran terbuka turun sebesar 4% pada tahun 2024; saat ini (tahun 2019) sebesar 4,97%. Sedangkan Tingkat kemiskinan turun sebesar 5 persen pada tahun 2024, dari angka  6,77 persen di tahun 2019.

“Tingkat inflasi diharapkan terkendali pada kisaran 1,9 sampai 3,1 %; saat ini (tahun 2018) sebesar 4,12%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,75 (kategori tinggi) pada tahun 2024; saat ini (tahun 2018) sebesar 63,21. Indeks Tata Kelola Pemerintahan mengalami perbaikan pada tahun 2024 menjadi 85 dari kondisi saat ini (2018) yang baru mencapai 61,05,” tutupnya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: