MABA-PM.com, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Halmahera Timur (Haltim) melaksanakan bacarita kemiskinan dan pendidikan di Halmahera Timur. Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut HUT RI ke-76, yang jatuh pada 17 Agustus 2021.

Dalam kesempatan itu, hadir sebagai narasumber Dr. Kasman Hi Ahmad. Turut hadir pimpinan OKP dan pemuda di Halmahera timur sebagai peserta diskusi.

Kasman Hi. Ahmad, dalam bacarita pendidikan dan kemiskinan itu mengatakan, bahwa problem dasar yang selama ini menjadi kemelut kesejahteraan masyarakat di Haltim faktor utamanya ada dua hal yakni kemiskinan dan pendidikan.

“Karena bagi saya pendidikan adalah salah satu investasi masa depan yang paling aman,” jelasnya.

Kata dia, antara kemiskinan dan pendidikan tentu sangat berkorelasi. Pasalnya, kesejahteraan juga menjadi penunjang penting dalam mendorong mutu pendidikan di suatu daerah termasuk di Halmahera Timur.

“Jangan-jangan karena kemiskinan di Haltim ini yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan mutu pendidikan juga lemah,” ungkap Kasman.

Dikatakannya, sebagai orang yang bergelut di dunia pendidikan, dirinya sudah berkoordinasi secara langsung dengan Bupati Haltim, Ubaid Yakub, untuk perencanaan pendirian Perguruan Tinggi (PT) Politeknik yang berspesifikasi pada bidang kejuruan.

“Karena kalau kita buat universitas, saya yakin kita bakal kesulitan pada sumberdaya manusia. Butuh banyak SDM yang didatangkan, makanya saya solusikan kalau bisa kita bangun politeknik di Haltim, supaya selain muda kita mengakses SDM, serapan kerja juga cepat karena Haltim adalah daerah tambang,” ujar dia.

Mantan rekrtor UMMU itu menambahkan, selain akan membantu pendirian perguruan tinggi, dirinya juga mengaku saat ini telah mengagas sebuah lembaga yang konsen terhadap pendidikan.

“Problem kita adalah berkaitan dengan distribusi guru, banyak guru guru yang menumpuk di ibu kota kabupaten, sedangkan di pedesaan justeru sangat minim, makanya kedepan melalui program guru mengajar, kita distribusi relawan ke pelosok-pelosok untuk kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Haltim, Sukri Abdullah, menyayangkan sikap Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang tidak memiliki perhatian serius terhadap kemiskinan mamupun pendidikan di Halmahera Timur.

“Kita sudah undang tetapi mereka tidak hadir padahal yang kita bicarakan ini adalah berkaitan dengan tugas dan tupoksi mereka. Tentu kita bisa berkesimpulan bahwa lembaga-lembaga itu tidak punya perhatian serius,” ungkap Sukri, menjawab sejumlah keluhan peserta yang menyangkan ketidakhadiran instansi tersebut.

Sukri meminta kepada Bupati Halmahera Timur (Haltim) agar mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, karena tidak memiliki perhatian serius terutama pada sektor kemiskinan dan pendidikan.

“Dan memang budaya SKPD kita seperti itu, selalu saja beralasan, kalau diundag OKP mapun oranganisasi lainnya. Padahal melalui forum-forum, kita sampaikan aspirasi untuk perbaikan,” tambah salah satu pemerhati literasi, Kartini Abdullah, dengan nada kesal.

Penulis : Ikam|Editor : Mgr