LABUHA,PM.com– Ikatan Keluarga Besar (IKB) Waigitang Kabupaten Halmahera Selatan secara resmi menarik diri dari kepengurusan IKB Makayoa. Keluarnya paguyuban keluarga besar Waigitang ini menyusul pengunduran diri Ketua Umum IKB Waigitang Walid Syukur dari Ketua harian IKB Makayoa periode 2021-2025.

Menurut sesepuh IKB Waigitang, Arsad Sangaji, pengunduran diri Ketua IKB Waigitang Walid Syukur dari Ketua harian IKB Makayoa Halslel ini tentunya sudah dipertimbangkan kemudian diambil satu keputusan yang mutlak tanpa ada paksaan dari pihak lain.

“Sebelum mengambil keputusan mundur diri dari Ketua harian IKB Makayoa, tentunya Ketua kami Walid Syukur-red sudah memikirkan dan mempertimbangkan secara matang kemudian mengambil keputusan mundur dari kepengurusan IKB Makayoa yang diketuai Bupati Halsel Usman Sidik,” kata Kolano Waigitang sapaan akrab Arsad Sangaji yang diterima PoskoMalut.com.

Alasan yang paling mendasar kata Arsad, keluarannya Walid Syukur dari kepengurusan IKB Makayoa ini karena saat ini seperti yang diketahui oleh publik Halmahera Selatan Walid Syukur yang juga ketua Harian IKB Makayoa saat ini sedang menghadapi proses hukum.

“Atas dasar itulah Ketua kami Walid Syukur mengundurkan diri dari Ketua harian IKB Makayoa agar lebih fokus menghadapi proses hukum yang sementara berlangsung,” ujarnya lagi.

Arsad juga menegaskan bahwa, jika dalam perjalanan Kepengurusan IKB Makayoa periode 2021-2025 ini kemudian ada orang yang mengatasnamakan diri dari IKB Waigitang yang masih terlibat dalam kepengurusan IKB Makayoa maka itu hanya oknum-oknum tertentu yang sesungguhnya memanfaatkan nama IKB Waigitang untuk mencari kepentingan sesaat di dalam kepengurusan IKB Makayoa.

“Jadi, atas nama organisasi IKB Waigitang kami menyatakan sikap keluar dari IKB Makayoa. Kalaupun masih ada orang tertentu yang berada di IKB Makayoa kiranya itu hanyalah oknum yang cari nama di IKB Makayoa,” pungkas Arsad. (Bar/red)