LABUHA, PM.com- Sesepuh Ikatan Keluarga Besar Waigitang Arsad Sangadji usai melakukan konfrensi Pers terkait pengunduran diri IKB Waigitang dari Keluarga Besar Makian-Kayoa (Makayoa) Halmahera Selatan tidak berkaitan dengan urusan Politik pada 2024 mendatang.
Kolano Waigitang sapaan akrab Arsad Sangadji ini menegaskan, Pengunduran diri Ketua Umum IKB Waigitang Walid Syukur dari Ketua Harian IKB Makayoa murni karena saat ini sedang menjalani proses Hukum.
“Secara organisatoris IKB Waigitang resmi mengundurkan diri dari IKB Makayoa Halsel ditandai dengan surat yang ditandatangani Ketua IKB Waigitang Walid Syukur sebagai Ketua Harian. Tentu, Keluarga Besar Waigitang (pun) ikut menarik diri karena Ketua Harian Makayoa merupakan simbol Keluarga Waigitang yang ada di Halsel,” ujar Arsad Sangadji melalui sambungan telepon, Kamis (16/6/2022).
Mantan Anggota DPRD Halsel ini menambahkan, Waigitang merupakan respresentase sub etnik terbesar khususnya Makayoa. Tentu, dengan menarik diri dari Keluarga Besar Makayoa Halsel sudah pasti memiliki dampak Politik yang besar.
Namun sambung Arsyad, Pengunduran diri Ketua Waigitang dari Ketua Harian Makayoa murni karena proses Hukum.
“Ketua Umum Waigitang saat ini fokus pada proses Hukum. Agar tidak terganggu maka, segala urusan dalam bentuk apapun di lepas,” tegasnya menambahkan.
Lebih lanjut, sebelum melakukan konfrensi Pers terkait pengunduran diri Ketua Waigitang. Arsyad Sangaji lebih dulu melakukan silaturahmi dengan para sesepuh Waigitang baik di Halmahera Selatan maupun yang berada di Kota Ternate terkait sikap Keluarga Waigitang.
“Alhasil dari silaturahim saya dengan sejumlah sesepuh Waigitang. Semua merestui langkah Ketua Umum Walid Syukur untuk keluar dari pengurus IKB Makayoa agar lebih fokus pada proses Hukum,” beber Arsyad.
Sementara, Arsyad juga menegaskan jika, ada keluarga Waigitang yang bersikap masih menjadi pengurus IKB Makayoa maka, itu bersifat pribadi namun, secara organisatoris sudah sah menarik diri. (Bar/red)



Tinggalkan Balasan