LABUHA-pm.com, Sikap Kepala Puskesmas Indong, Mandioli Utara, Hamid Ahmad membuat geram warga setempat.

Pasalnya, aset speed boat milik puskesmas yang diperuntukan bagi kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat diduga dibawa kabur ke Kayoa untuk kepentingan pribadi.

Hal itu memicu reaksi keras dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Indong, Mikbel Alkatiri.

Mikbel bilang, speed boat tersebut milik dinas kesehatan yang diberikan ke Puskesmas setempat, semestinya moda transportasi laut tersebut diperuntukan kepentingan pelayanan masyarakat Mandioli Utara bukan Kepala Puskesmas secara pribadi.

Menurut Mikbel, khususnya di Desa Indong, ada beberapa masyarakat dalam kondisi sakit.

Dirinya mengkhawatirkan jika tetiba pasien atau masyarakat yang pengobatannya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, sementara armada seperti speed boat (Avicena) tidak ada di tempat.

“Sangat disayangkan, apabila ada warga yang tiba-tiba sakit kemudian mau dirujuk ke RSUD Labuha tidak ada speed. Kan jarak desa kami ke ibu kota harus melewati jalur laut, tentu sangat dibutuhkan armada laut seperti Avicena,” ucapnya melalui sambungan telepon, Selasa (14/11/2023).

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasjim mengagendakan untuk memanggil Kepala Puskesmas Mandioli Utara guna mengklarifikasi keluhan masyarakat.

“Kami panggil yang bersangkutan, karena kepentingan masyarakat jauh lebih penting dari kepentingan pribadi. Apalagi pelayanan kesehatan masyarakat,” ucapnya dengan nada geram.