LABUHA-pm.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara meminta pemerintah daerah segera selesaikan masalah tapal batas desa.
Ini disampaikan Junaidi Abusama, Anggota DPRD Halsel saat ditemui awak media di Labuha, Rabu (14/05/2025).
Junaidi mengungkapkan dari 249 desa di Halsel saat ini baru sekira 60 lebih yang sudah punya titik koordinat dan berita acara.
“Jadi, masih kurang 180 lebih yang belum punya titik koordinat dan berita acara,” ungkapnya.
Ia menyebut, Fraksi PKB memita keseriusan pemerintah daerah menuntaskan tapal batas tersebut.
Pasalnya, saat ini sudah terjadi konflik seperti di Desa Fluk dan Bobo, Obi.
“Pemda serius mau urus tampal batas desa atau tidak. Karena hanya butuh tiga sampai empat miliar sudah selesai. Tidak harus menunggu kacau di Obi persoalan tapal batas desa, karena ada tambang masuk baru pemda bergerak,” cetusnya.
Menurut Junaidi mengutip keterangan dari Kabag Pemerintahan Setda Halsel bahwa pengusulan tapal batas hanya tahun ini.
“Kalau lewat dari tahun ini sudah tidak bisa lagi pengusulan soal tapal batas desa. Makanya, kami dari Fraksi PKB akan fokus juga pada teman-teman anggota DPRD yang masuk Banggar untuk bagaimana kita dorong anggaran ini,” tandasnya.
Ia menyentil bahwa sejak 2023 sampai tahun ini pemda tidak mampu menyelesaikan problem tapal batas.
“Masa urusan soal tapal Batas saja tidak bisa diselesaikan pemda dengan anggaran APBD Rp2,1 triliun. Masa bupati tidak bisa seselasikan. Sementara ini tugasnya pemerintah daerah, karena tanpa DPRD pun pemda sudah bisa selesaikan,” bebernya.
Junaidi juga menyinggung soal pemekaran Obi mungkin saja terhambat lantaran masalah tapal batas desa.
“Supaya 249 desa ini terkonfirmasi soal batas. Ini menjadi indikator penting untuk usulan daerah pemekaran. Jangan bicara pemekaran Obi kalau tapal batas desa tidak selesai,” timpalnya.
“Kenapa demikian, karena pendukung satu daerah itu mau dimekarkan. Harus administrasi soal tapal batas desa itu penting, kalau barang ini tidak selesai, pertama bupati tidak serius soal tapal batas dan pemekaran Obi,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan