poskomalut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai bersama sejumlah tokoh dari berbagai kalanganmenggelar deklarasi damai.

Giat berlangsung di halaman Mapolres Morotai itu bertajuk “Membangun Komitmen Bersama Memelihara Morotai Damai”, Senin (6/3/2026).

Agenda tersebut merupakan bagian dari respon cepat atas sejumlah insiden yang terjadi di Provinsi Malut.

Selain itu, dalam deklarasi juga ditekankan empat poin penting yang disepakati.  di antaranya menjaga perdamaian dan tidak mudah terprovokasi, menolak intoleransi, aktif menciptakan lingkungan harmonis, serta melarang penyebaran konten ujaran kebencian di media sosial.

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua didampingi Wakil Bupati Rio Cristian Pawane menegaskan, pentingnya menjaga persatuan dan mencegah potensi konflik sejak dini.

“Kita harus tunjukkan bahwa Morotai berbeda. Jangan sampai ikut terpengaruh konflik di daerah lain,” tegasnya.

Rusli memiliki pengalaman sewaktu menjadi bupati pertama, konflik antar desa misalnya bisa dipicu karena Miras.

Dengan begitu, dirinya menekankan agar tidak ada pesta ronggeng dilaksanakan dimalam hari karena memiliki banyak potensi keributan.

“Acara pernikahan tetap diperbolehkan, namun dilaksanakan di siang hari, tidak ada lagi pesta ronggeng malam hari. Ini sudah disepakati bersama,” tegas Rusli.