poskomalut, PT FENI mengklaim curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Halmahera Timur menjadi tantangan serius bagi kawasan industri.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peningkatan aliran air limpasan dan sedimentasi di sejumlah titik area perusahaan.

Sebagai langkah penanganan, Andreas Lakafin menyatakan, perusahaan menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan.

Juga memperkuat sistem pengendalian sedimen di kawasan operasional perusahaan..

“Langkah pertama, stabilisasi lereng di area RKEF Selatan dan Koropon. Pada titik tersebut, perusahaan memasang geotekstil seluas 12.600 meter persegi sebagai lapisan penguat tanah sekaligus pelindung dari erosi permukaan akibat tingginya debit air hujan,” ujar perwakilan PT FENI, Senin (11/5/2026).

Pihak perusahaan menyatakan, metode ini umum digunakan pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar, karena dinilai efektif menekan laju erosi pada lereng terbuka yang rawan longsor dan pengikisan.

Andreas mengatakan, pihaknya sudah memasang silt curtain di area Jetty. Peralatan ini berfungsi sebagai penghalang sementara di perairan untuk memperlambat pergerakan air dan membantu proses pengendapan partikel sedimen sebelum menyebar lebih luas ke wilayah perairan sekitar.

“Langkah lain yang dinilai inovatif adalah penerapan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba. Teknologi ini bekerja menggunakan tabung geotekstil berpori tinggi yang mampu menyaring partikel sedimen, sementara air dengan kandungan padatan tersuspensi rendah dilepaskan secara bertahap ke lingkungan,” tuturnya.

Pendekatan tersebut disebut menjadi solusi jangka menengah dalam mengendalikan sedimentasi yang dipicu tingginya curah hujan di kawasan industri.

Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas drainase dan kolam sedimen.

PT FENI melakukan pengerukan endapan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung kolam eksisting. Sekaligus merencanakan penambahan jaringan drainase di sejumlah titik yang memiliki potensi tinggi terhadap aliran air limpasan.

Melalui serangkaian langkah tersebut, PT FENI mengklaim tidak hanya mampu menangani dampak insiden lingkungan akibat cuaca ekstrem. Tapi, juga membangun sistem pengendalian lingkungan lebih baik dan berkelanjutan di kawasan industri Halmahera Timur.

Mag Fir
Editor