poskomalut, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara.
Berdasarkan informasi resmi BMKG yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Kepulauan Batang Dua, Laut Morotai bagian timur, Perairan Kepulauan Loloda, Laut Morotai bagian barat, tenggara dan barat daya, Teluk Kao, Perairan Timur Kepulauan Halmahera, Perairan Halmahera Barat, Perairan Ternate, serta Perairan Gebe.
Peringatan dini tersebut berlaku mulai 11 Oktober 2026 pukul 09.00 WIT hingga 14 Oktober 2026 pukul 09.00 WIT.
Dalam informasi tersebut, BMKG menjelaskan bahwa kondisi angin di wilayah Indonesia bagian utara ekuator umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot.
Sementara itu, wilayah selatan ekuator mengalami angin dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–27 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia bagian barat Lampung hingga selatan Banten.
BMKG mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Perahu nelayan perlu mewaspadai kecepatan angin yang mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Adapun kapal tongkang perlu meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dari BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi risiko akibat gelombang tinggi selama periode peringatan berlangsung. (Sri).


Tinggalkan Balasan