MOROTAI-PM.com, Objek wisata Tanjung Pinang, saat ini tinggal kenangan. Pasalnya, objek wisata yang menjadi andalan masyarakat Morotai dan berada di lokasi Desa Sambiki kecamatan Morotai Timur saat ini mengalami abrasi pantai yang cukup hebat.

Penyebabnya adalah karena penambangan pasir secara liar oleh pihak pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Akibatnya, masalah abrasi ini langsung ditanggapi oleh Karim Mahasari, salah satu tokoh muda Desa Sambiki. Karim yang juga berkapasitas sebagai Sekretaris DPD II Partai Demokrat kabupaten Morotai itu meminta agar pihak terkait segera menghentikan aktifitas penambangan pasir yang dapat merusak pantai.

“Salah satu spot pariwisata yang paling digemari oleh masyarakat Pulau Morotai adalah TANJUNG PINANG. tapi kini tempat ini tinggal kenangan karena rusak lululantah,”ungkap Karim.

Menurutnya, akibat dari penambangan pasir secara liar itu membuat abrasi bahkan sejumlah tanaman maupun pohon juga tumbang lantaran pengurangan pasir di lokasi itu.

“Tambang pasir ini ada oknum-oknum yang datang mengambil pasir di lokasi pantai tanjung pintang, sampe dia punya hutan disekitar situ juga rusak,”jelasnya.

Ia berharap, agar ini menjadi perhatian bersama, sehingga perusakan alam tidak lagi terjadi di lokasi objek wisata.

“Semoga ini menjadi perhatian bersama, karena tindakan tersebut tidak saja merusak tempat-temapat wisata tapi juga membunuh masa depan generasi dimasa mendatang,”harapnya.

Terpisah, Kadis DLH Pulau Morotai, Anwar Marsabesy, ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, dirinya belum memberikan tanggapan apa apa.(Ota/red)