Antisipasi Kebocoran, Pembayaran Pajak Harus Non Tunai

Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman

TERNATE-PM.com,
Retribusi Pendapatan Asli Daerah memasuki bulan Oktober hanya mencapai  32,17 persen, akibatnya Wali Kota Ternate
Burahan Abdurahman akan menerapkan pembayaran non tunai atau  sistem online, agar tidak terjadi kebocoran
pada retribusi dan pajak.

Realisasi retribusi yang
anjlok di Kota Ternate, bertepatan dengan sosialisasi dari Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) RI, terkait dengan peraturan perundang-undangan pajak daerah dan
retribusi daerah di aula kantor Wali Kota Ternate, Selasa (29/10/2019).

"KPK sudah sosialisasi
tentang retribusi dan pajak daerah sebagai tindak lanjut rencana aksi
pencegahan dan pemberantasan korupsi. Agar ada perubahan sistem, peningkatan
kesadaran, supaya kedepan lebih transparan dan bisa memenuhi kewajiban sesuai
dengan potensi yang ada," kata Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman.

Kata wali kota, dalam
sosialisasi dari KPK, Pemerintah Kota Ternate bakal melakukan stor tunai
melalui sistem online serta akurasi data bagi para SKPD pengelola pendapatan
dan BP2RD selaku penagih pajak.

"Sosialisasi KPK tadi
ada beberapa poin yang harus diambil, tapi selain dari itu, harus meningkatkan
kesadaran dan akan dilakukan perbaikan manajemen, agar bisa berjalan dengan
baik,"ucapnya.

Untuk diketahui, pendapatan
pajak yang ditargetkan Rp 54.960.000.000, realisasinya sudah mencapai Rp.
47.369.404.391 atau 86,19 persen. Namun, yang melebihi target yakni pajak
restoran, dari target Rp. 10. 300.000.000 realisasinya mencapai Rp.
10.330.330.317 atau 100,29 persen.

Sedangkan, target retribusi
PAD di 17 objek pendapatan berkisar Rp. 42.935.000.000, tetapi memasuki bulan Oktober,
realialisasinya baru mencapai Rp. 13.811.775.453.75 atau 32,17 persen.
Pasalnya, retribusi yang terbesar berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) Kota Ternate, berkisar Rp.15.000.000.000, tetapi realisasinya
baru mencapai Rp 5.545.545.090 atau 36,97 persen.

Untuk target PAD yang dihitung secara keseluruhan mencapai Rp. 108.316.480.000, sedangkan realisasinya baru mencapai Rp. 66.367.278.995.14 atau 61,27 persen. (yun/red)

Komentar

Loading...