Kanwil Kemenkumham Malut dan DJKI Gelar Mobile Intellectual Property Clinic dan Workshop Kekayaan Intelektual

TERNATE-pm,com, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham Malut) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI menggelar kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic dan Workshop Kekayaan Intelektual bertempat di Royal Resto Ternate, Senin (29/08).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM bidang Media dan Komunikasi, Walikota Ternate, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Malut, para Pimpinan Tinggi Pratama, serta KUPT se-Ternate.

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) M. Adnan, beliau menjelaskan bahwa Mobile Intellectual Property Clinic /MIPC atau Klinik Kekayaan Intelektual adalah merupakan program unggulan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tahun 2022, sebagai upaya mendekatkan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat untuk membangun kesadaraan hukum atas pentingnya penghormatan dan perlindungan hukum atas kekayaan Intelektual.

M. Adnan menjelaskan, Kanwil Kemenkumham Malut senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan perangkat Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota di seluruh Maluku Utara dalam pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi kekayaan Intelektual baik yang bersifat komunal dan personal kepada masyarakat, melakukan fasilitasi pendaftaran potensi Indikasi Geografis serta kekayaan intektual lainnya.

"Alhamdulillah telah diterbitkan beberapa produk KI seperti pada Kota Tidore Kepulauan ada Pala Tidore, Bawang Merah Topo, Jeruk Sabalaka Topo, Sukun Maitara dan Sayur Lilin. Sementara untuk Kabupaten Pulau Morotai terdapat 19 Potensi IG yang terdiri dari (kacang tanah, padi dan ubi)," ujarnya.

Kakanwil berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus/ ransangan kepada Pemerintah Daerah untuk menggali potensi-potensi Indikasi Geografis baru serta kekayaan intelektual lainnya seperti merek, cipta, desain industri, paten, dan Kekayaan Intelektual Komunal yang direfleksikan dengan peningkatan pengajuan permohonan Kekayaan Intelektual.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman. Orang nomor 1 di Pemkot Ternate itu mengatakan city branding ini adalah sebuah impian Ternate, bukan sesuatu yang baru sebenarnya merupakan Kota Rempah Dunia bahkan sejak dahulu kala datang ke Nusantara semua karena rempah dan titik pusatnya bahkan di Keiraha atau sekarang yang dikenal Maluku Ternate.

“Sebagai eksistensi kembali Ternate sebagai Kota Rempah Dunia dan menjadi narasi global tidak sekedar pengakuan, festival dan euphoria dari masa lalu tapi sebagai gambaran ke depan bahwa narasi ini dapat meninternasionalisasi identitas bahwa Ternate menjadi pusat rempah di Indonesia dan kedepannya dapat bernilai ekonomi strategis," ujar Walikota.

"Di tanggal 13 Ternate akan menjadi pembicara dalam festival yang membahas mengenai rempah dan peran strategisnya pada jalur rempah sejak zaman dahulu kala, bahwa rempah ini adalah bagian dari peradaban Maluku utara/Maluku dan sudah diakui sejak zaman dahulu kala oleh dunia,” tambahnya.

Pada kesempatan kali ini juga, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku dalam hal ini mewakili Gubernur Maluku Utara memberikan sambutannya, beliau mengatakan kegiatan ini merupakan wadah membangun kesadaran hukum atas pentingnya penghormatan dan perlindungan hukum atas kekayaan intelektual di Maluku Utara.

“Saya harap kegiatan IP Clinic di Provinsi Maluku Utara dapat berjalan lancar, aman dan sukses, saya mengajk kita sekalian untuk terus lakukan sosialisasi dan diseminasi Kekayaan Intelektual baik bersifat komunal dan personal kepada masyarakat” ujarnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dan dibuka oleh Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM bidang Media dan Komunikasi, beliau mengatakan Keberadaan Mobile IP Clinic di wilayah-wilayah Indonesia diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian tujuan dan upaya Kementerian Hukum dan HAM pada khususnya dan Pemerintah Republik Indonesia pada umumnya untuk benar-benar mengaktualisasikan segenap potensi besar dari Kekayaan Intelektual menjadi salah satu pilar penopang pembangunan dan peningkatan ekonomi nasional yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Di sinilah kiranya salah satu Misi dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan ‘Negara Hadir di tengah-tengah masyarakat’ dapat dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Indonesia itu sendiri.

Acara selanjutnya takni sesi workshop yang dihadiri para narasumber dari DJKI, dan dimoderatori oleh Anita Safitri dari Kanwil. Peserta tampak antusias saat sesi diskusi terkait tema kekayaan intelektual di Maluku Utara.

Komentar

Loading...