poskomalut, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri (Persero) Cabang Ternate angkat bicara ihwal antrean panjang di dermaga Feri Bastiong, Ternate.

Penjualan tiket yang masih terpusat pada satu loket untuk berbagai rute dinilai memicu antrean panjang hingga membuat calon penumpang kehilangan jadwal keberangkatan.

Keluhan ini mencuat setelah sejumlah penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket, terutama untuk rute Bastiong–Sofifi, Tidore, Moti, Makian, hingga Sidangoli.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Erlisetya Wahyudi menyatakan, antrean tersebut terjadi sejak 10 Oktober 2026 pelayanan kapal Bastiong – Sofifi.

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Sofifi dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku Utara.

Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas ini turut menambah permintaan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan Bastiong–Sofifi, sehingga berdampak pada kepadatan aktivitas pelayanan di area pelabuhan.

“Kami memahami bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Sofifi dalam rangka kegiatan HUT Provinsi Maluku Utara berdampak pada tingginya permintaan layanan penyeberangan. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan terus melakukan evaluasi untuk memastikan pelayanan berjalan lebih optimal,” kata Erlisetya seperti rilis yang diterima awak media, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, untuk menangani peningkatan antrean tersebut, ASDP Cabang Ternate  melakukan pengaturan jalur antrean serta menambah jumlah petugas loket sementara untuk dapat mengurai antrean.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar pelayanan pembelian tiket dan mengatur arus pengguna jasa di pelabuhan.

Dari sisi operasional, pelayanan lintasan Bastiong–Sofifi pada Sabtu 10 Oktober 2026 didukung delapan kapal.

“Rencana trip yang kita layani delapan trip, namun apabila terjadi kepadatan pengguna jasa di pelabuhan Bastiong, Kita akan ajukan untuk penambahan trip ekstra,” ujarnya.

ASDP Ternate menegaskan bahwa layanan pembelian tiket secara online telah tersedia untuk lintasan penyeberangan yang dilayani melalui Pelabuhan Bastiong, Rum, dan Sidangole, sesuai lintasan dan jadwal yang tersedia pada platform resmi.

Masyarakat dapat melakukan pembelian tiket secara mandiri melalui platform resmi ASDP di https://trip.ferizy.com⁠, tanpa harus melakukan pembelian secara langsung di loket pelabuhan.

Kehadiran sistem ticketing online ini merupakan bagian dari transformasi digital ASDP untuk memberikan kemudahan akses layanan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung ketertiban dan kelancaran proses pelayanan penyeberangan.

“Perlu kami sampaikan bahwa sistem pembelian tiket secara online telah tersedia dan dapat diakses masyarakat melalui trip.ferizy.com, termasuk untuk lintasan yang dilayani melalui Pelabuhan Bastiong, Rum, dan Sidangole. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar proses pembelian tiket menjadi lebih mudah, praktis, dan mengurangi kebutuhan melakukan transaksi di loket pelabuhan,” jelasnya.

Pengguna jasa dapat memilih pelabuhan asal dan tujuan serta jadwal perjalanan yang tersedia, mengisi data penumpang dan kendaraan sesuai kebutuhan, kemudian menyelesaikan pembayaran dengan mengikuti petunjuk pada platform.

Pengguna jasa juga diimbau memastikan kesesuaian data pemesanan dan menyimpan bukti tiket untuk proses pelayanan di pelabuhan.

ASDP Ternate juga akan terus meningkatkan sosialisasi penggunaan layanan tiket online agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Meskipun sistem pembelian tiket online telah tersedia, ASDP Ternate tetap menjadikan keluhan masyarakat mengenai antrean sebagai bahan evaluasi terhadap pengelolaan pelayanan di lapangan.

Evaluasi tersebut mencakup efektivitas pelayanan loket, pengaturan antrean, penyampaian informasi kepada pengguna jasa, serta optimalisasi koordinasi operasional dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya pada momentum kegiatan berskala besar.

Evaluasi juga mencakup kesesuaian kapasitas angkut dan pola pelayanan dengan kebutuhan pengguna jasa.

Pembelian tiket online membantu mempercepat proses transaksi, sementara kelancaran pelayanan secara keseluruhan tetap memerlukan pengaturan arus penumpang dan kendaraan serta kesiapan operasional kapal dan pelabuhan.

“Digitalisasi pelayanan merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan antrean pembelian tiket. Namun demikian, kami menyadari bahwa peningkatan kualitas pelayanan juga harus didukung dengan kesiapan operasional di lapangan. Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan perbaikan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” tambahnya.

ASDP Ternate mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan jadwal keberangkatan kapal, serta memanfaatkan layanan pembelian tiket secara online melalui trip.ferizy.com⁠.

Pengguna jasa juga diimbau mengikuti ketentuan waktu kedatangan yang tercantum pada tiket atau informasi resmi layanan, menyiapkan identitas dan bukti pemesanan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di pelabuhan.

Apabila mengalami kendala dapat menghubungi layanan call center 191 atau whatsapp 0811-1021-191.

Dengan melakukan pembelian tiket sebelum tiba di pelabuhan, pengguna jasa diharapkan dapat mengurangi waktu antrean pembelian tiket sekaligus membantu menciptakan kelancaran pelayanan, khususnya pada periode peningkatan mobilitas masyarakat.

ASDP Ternate menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, tertib, dan berbasis digital sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara.

“Kami mengapresiasi setiap masukan masyarakat dan mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama memanfaatkan layanan digital yang telah tersedia. ASDP Ternate akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan demi memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat Maluku Utara,” pungkasnya.

Mag Fir
Editor