MOROTAI-PM.com, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di belasan Dinas maupun Badan dikabarkan sudah seperti pekerja buruh. Pasalnya, para ASN mulai dari staf hingga atasan meninggalkan kantornya untuk memikul dan membagi bagikan sendiri proyek beras dan minyak kelapa kepada masyarakat yang ada di enam kecamatan. Bahkan, kerja memikul dan membagikan beras berukuran 5 kilogram perkepala keluarga itu tanpa anggaran SPPD atau sejenisnya.

“Semua dinas sudah dikasih tanggungjawab, ada yang bagi di kecamatan selatan, timur, Utara bahkan yang paling jauh itu Morselbar dan Jaya misalnya di Libano, cio dalam dan pulau Rao,”ungkap sejumlah ASN kepada media ini.

Menurutnya, para ASN yang memikul, mengangkat dan mengantarkan sendiri beras dari rumah ke rumah, ada juga dibagikan di kantor desa, tidak diberikan SPPD atau insentif lainnya, jadi kerjanya manual seperti buruh.

Terkait soal ASN yang dianggap seperti buruh, Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Morotai Kalbi Rasyid angkat bicara. Kalbi mengatakan, seharusnya ASN itu turun ke desa karena itu bentuk dari pelayanan.

“Itu hal yang bagus itu dalam hal mendekatkan diri dengan pelayanan masyarakat, kiapa kong pegawai harus pegawai turun seperti itu, padahal kita disumpah untukk melakukan pelayanan,”ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan itu tidak hanya di kantor melainkan juga di lapangan walaupun itu disaat jam kerja.”Pelayanan ada di lapangan Ada di kantor, tidak ada masalah walaupun disaat jam kerja.”tambahnya. (Ota/red)