poskomalut, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSPPPSDM Geominerba) menggelar diklat dan uji kompetensi juru ledak II.
Kegiatan berlangsung di Gedung Safety Training, Site Gosowong, itu sebagai langkah strategis memitigasi risiko tinggi dalam operasional pertambangan, Sabtu (13/04/2026).
Program pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, dibagi dua sesi, refresher dengan jumlah 6 peserta dari 13 hingga 15 April 2026 sedangkan regular 16 peserta mulai dari 13 – 17 April 2026.
Deputy Director of Operation (DDO) / KTT, Rara Dodo Lawolo, menekankan pentingnya penguatan kompetensi bagi tenaga kerja, sehingga mampu melaksanakan dengan aman, efektif dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Jadikan diklat ini sebagai bagian untuk memperkuat dan memantapkan kompetensi yang sudah dimiliki, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Harapan kami, tentu peserta mengikuti dengan baik dan dinyatakan kompeten,” kata Rado.
Peledakan dalam industri pertambangan merupakan tahapan operasional dengan tingkat risiko yang tinggi dan memerlukan pengendalian yang ketat.
Tanpa perencanaan dan
pelaksanaan yang tepat, dapat memicu potensi bahaya seperti kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, gangguan lingkungan, hingga penurunan efisiensi penambangan.
Sementara, Koordinator LSP PPSDM Geominerba, Achmad Saepulloh, mengatakan, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanat regulasi dari Kementerian ESDM yang sifatnya wajib atau mandatory bagi setiap personel di industri pertambangan.
“Meskipun peledakan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian peserta, pengakuan kompetensi formal sangat krusial untuk memastikan setiap prosedur di lapangan telah memenuhi standar nasional yang berlaku,” tegasnya.
Widi Wijaya, selaku Manajer HSE NHM, juga menyebut, program tersebut sempat terkendala teknis dan non-teknis sejak direncanakan pada bulan Ramadhan, pelaksanaannya saat ini diharapkan memberikan hasil positif yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Harapan kami peserta dapat mengikuti dan mendapatkan hasil positif yang bisa diterapkan dengan baik dalam operasional di lapangan,” harapnya.
Diketahui, rangkaian pelatihan di antaranya materi komprehensif yang meliputi peraturan keselamatan, pengangkutan, peramuan, persiapan, penerapan, praktik lapangan, hingga pemeriksaan pasca-peledakan. Peserta langsung Uji Kompetensi oleh LSP ESDM untuk mendapatkan sertifikasi resmi sebagai bukti keahlian mereka di industri pertambangan.


Tinggalkan Balasan