poskomalut, Kinerja Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Rickoh Debeturu, menuai kritik pedas dari Institut Faifiye Spasial (IFAS).
Ketua IFAS Haltim, Ismit Abbas Hatari menilai Rickoh gagal membawa perubahan positif serta miskin inovasi dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Halmahera Timur.
Menurut Ismit, selama memimpin instansi strategis tersebut, Rickoh Debeturu tidak menunjukkan kepedulian terhadap nasib UMKM yang tengah berjuang di tengah tantangan ekonomi.
“Minimnya program pembinaan, pelatihan sertifikasi, hingga fasilitasi akses permodalan membuat para pelaku usaha lokal merasa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah,” ucap Ismit kepada poskomalut, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menambahkan, kritik ini mencuat karena tidak adanya prestasi menonjol atau program kerja Disperindagkop yang dianggap berhasil selama masa kepemimpinan Rickoh.
Ismit juga menyoroti sektor koperasi. Menurutnya, sektor yang seharusnya menjadi pilar ekonomi kerakyatan itu justru stagnan dan kehilangan arah pengembangan di Kabupaten Halmahera Timur.
“Seharusnya Disperindagkop hadir sebagai motor penggerak UMKM dan koperasi. Tapi yang kami lihat justru sebaliknya,” pungkas Ismit.


Tinggalkan Balasan