poskomalut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mulai menyiapkan skema pembiayaan untuk mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba lebih mandiri dalam mengelola operasionalnya pada 2027.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.

Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat hadir dalam pembahasan tersebut bersama manajemen RSUD Maba, para kepala ruangan, Inspektur Daerah, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (16/9/2026).

Pertemuan itu tidak hanya membahas kebutuhan anggaran, tetapi juga memetakan persoalan pelayanan dan kebutuhan rumah sakit yang harus diakomodasi dalam rancangan APBD 2027.

Ricky mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, terlebih RSUD Maba mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.

“Tahun ini RSUD Maba betul-betul mendapatkan bantuan, dan target kita di tahun 2027 RSUD Maba sudah harus mandiri dalam mengelola operasionalnya,” kata Ricky.

Namun, target tersebut juga dihadapkan pada persoalan pembiayaan tenaga honorer. Sejak 2025, pembayaran tenaga honorer tidak lagi menggunakan skema reguler, sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif agar kebutuhan honorarium tetap dapat dipenuhi.

Salah satu opsi yang tengah dibahas, yakni membangun pola kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Haltim.

“Kami sedang mencari formula dan berdiskusi dengan pihak perusahaan untuk membantu menalangi pembayaran honorer. Langkah ini masih dalam tahap pembahasan intensif,” ujarnya.

Selain pembiayaan tenaga kerja, kebutuhan dokter spesialis juga menjadi perhatian.

Ricky menyebut kebutuhan tujuh dokter spesialis dasar di RSUD Maba secara umum telah terpenuhi. Namun, jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menopang pelayanan selama 24 jam.

Pemerintah daerah mempertimbangkan penambahan dokter pada sejumlah layanan spesialis dengan pola dua dokter untuk satu bidang layanan.

“Satu dokter tidak mungkin bekerja penuh 24 jam tanpa jeda. Karena itu, idealnya ada dua dokter ahli di setiap stase agar bisa saling melengkapi dan bergantian tugas,” katanya.

Sementara untuk dokter umum, Ricky menyebut jumlahnya relatif mencukupi. Kekurangan masih terdapat pada beberapa layanan spesialis yang dinilai perlu diperkuat.

Dengan demikian, target kemandirian RSUD Maba pada 2027 tidak hanya menyangkut kemampuan membiayai operasional, tetapi juga memastikan ketersediaan tenaga kesehatan dan keberlanjutan pelayanan rumah sakit.