poskomalut, Pembangunan talud di kawasan PLN Desa Dagasuli, Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, dipersoalkan warga.
Proyek dikerjakan kontraktor, Wandy Bendor itu disebut tidak tuntas dan diduga menyisakan pekerjaan serta material yang belum dimanfaatkan.
Warga mendesak Polres Halmahera Utara memanggil dan memeriksa pihak kontraktor terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Pembangunan talud dengan panjang sekitar 47 meter itu diketahui berada di area PLN Desa Dagasuli.
Proyek tersebut dikerjakan pada 2024 setelah kontraktor mendapat kepercayaan dari pihak PLN UP3 Tobelo, dengan nilai anggaran sekitar Rp400 juta.
Pantauan poskomalut di lokasi menemukan sejumlah material berkaitan dengan pekerjaan proyek masih berada di area PLN dan belum digunakan.
Salah satunya material besi yang diperuntukkan bagi pembangunan pagar keliling kawasan tersebut.
Warga Desa Dagasuli, Andika, membenarkan proyek talud tersebut sempat dikerjakan dengan melibatkan sejumlah warga setempat. Namun, menurut dia, pekerjaan kemudian tidak berjalan hingga selesai.
Ia juga mengungkapkan adanya persoalan pembayaran upah maupun material milik warga yang disebut belum diselesaikan hingga saat ini.
“Proyek talud di PLN ini masih menyisakan persoalan. Ada upah dan material milik warga yang belum dibayarkan. Selain itu, material untuk pekerjaan pagar juga masih ada dan tidak terpakai,” ujar Andika.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan proyek yang disebut bernilai sekitar Rp400 juta tersebut.
Andika mengaku telah berupaya menghubungi Wandy Bendor untuk meminta kejelasan. Namun, komunikasi tersebut belum memberikan kepastian terkait penyelesaian upah.
Ia menyebut pihak kontraktor sempat menyampaikan janji untuk menyelesaikan persoalan, tetapi hingga kini belum ada kepastian mengenai realisasinya.
Atas kondisi tersebut, warga meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan pelaksanaan proyek, penggunaan anggaran, serta kewajiban kontraktor terhadap pekerja dan pemilik material.
“Kami mendesak Polres Halmahera Utara segera memanggil kontraktor untuk dilakukan pemeriksaan agar persoalan ini menjadi jelas,” tegas Andika.
Warga berharap pemeriksaan dapat menjawab sejumlah pertanyaan mengenai progres pekerjaan, penggunaan material, serta penyelesaian kewajiban kepada masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut.


Tinggalkan Balasan