Bapenda Malut Terus Dorong Peningkatan Kontribusi PAP

Kepala Bependa Malut, Zainab Alting.

TERNATE-pm.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setkor Pajak Air Permukaan (PAP).

Salah satu bentuk upaya itu dengan mengusulkan pengadaan Flow Meter digital untuk mendeteksi penggunaan air permukaan di setiap perusahaan terutama pertambangan.

Adapun, usulan itu sudah menjadi komitmen bersama DPRD Provinsi dan Bapenda Maluku Utara yang dituangkan dalam APBD Perubahan 2022.

Kepala Bependa Malut, Zainab Alting mengatakan, penggunaan Flow Meter digital sangat penting karena memudahkan pemerintah provinsi mengontrol penggunaan air permukaan secara wajar maupun tidak oleh perusahaan yang beroperasi di beberapa kabupateng/kota seperti Halteng, Halut, Haltim dan Halsel.

“Alat itu (Flow Meter) digital itu nanti melekat di pipa, jadi kami bisa control dalam satu hari berapa kubikasi air yang dipakai,” ujarnya saat ditemui poskomalut.com di Aula Red Star Corner Ternate, Selasa (18/10/2022).

Ia menuturkan, setiap perusahaan yang dikenakan Pajak Air Permukaan (PAP) sudah memiliki Flow Meter, namun pemerintah provinsi tidak dapat mendeksi penggunaan air secara baik. Sejauh ini, Bapenda menghitung penggunaan air sesuai dengan data yang disampaikan pihak perusahaan.

Sekarang ini, lanjutnya, penghitungan sudah dikembalikan ke UPTD yang akan mengkroscek langsung penggunaan air di lapangan.

Zainab menerangkan, dari beberapa perusahaan di Maluku Utara, alat pengukur kecepatan aliran dan volume material di PT IWIP mengalami kerusakan.

“Kalau yang lain-lain itu tidak rusak. Cuma kami ragu saja penggunaannya ini sesuai atau tidak,” bebernya.

Dirinya menyebutkan, terdapat 100 lebih perusahaan di Maluku Utara, hanya 42 yang maksimal dalam menunaikan kewajibannya membayar PAP.

Adapun perusahaan penyumbang PAP tertinggi di Malut yakni Harita Grup yang terdiri dari PT Mega Surya Pertiwi, PT Halmahera Persada Lygend, PT Tri Mega Bangun Persada, PT Bangun Permai Sentosa, dan PT Halmahera Jaya Feronikel. Sedangkan Haus Sagu Ggrup; PT Wana Tiara, PT Sinar Kurnia Alam dan PT JCI. Sementara dari Halut yakni PT NHM, PT Antam dan PT FENI. Di Haltim, ada PT Adidaya Tangguh dan PT Servindo di Taliabu. Halmahera Tengah ada PT IWIP dan PT SMA.

Komentar

Loading...