Bupati Bahrain Tak Lolos Penjaringan PKPI

Bahrain Kasuba

TERNATE-PM.com, Sesuai hasil pleno penetapan verifikasi dan
penelitian persyaratan administrasi bakal calon kepala daerah dan wakil kepala
daerah se-Maluku Utara oleh Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai PKPI Malut, pada
Sabtu (19/10), Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Kabupaten Halmahera Selatan
(Halsel) Bahrain Kasuba tidak lolos dalam penjaringan.

Ketua DPP
PKPI Malut Masrul H. Ibrahim mengatakan, DPP PKPI
tidak meloloskan Bahrain Kasuba karena secara normatif tidak memenuhi syarat,
mulai dari tahapan pendaftaran sampai kelengkapan administrasi. Padahal,
sebelumnya DPP PKPI sudah menyurat langsung untuk melengkapi  berkas.

Menurutnya, sebenarnya
ketua DPK Bahrain menjadi prioritas, namun dalam
perjalanan DPP PKPI pernah melakukan pleno di tingkat wilayah terkait eksistensi
Bahrain Kasuba. "Kita sempat menolak  beliau dari ketua DPK PKPI Halsel, dengan
dasar pertimbangan Bahrain selaku ketua DPK telah bertindak  indespliner yang dilakukan tidak pantas oleh kader
partai apalagi dia dalam unsur pimpinan," ungkapnya.

Dikatakan
Masrul, yang diputuskan Bahrain telah melanggar disiplin dan kode etik  partai. Dimana sikap tidak terpuji Bahrain
selaku ketua DPK Halsel mengintruksikan ke seluruh kader PKPI dan caleg PKPI untuk
mendukung caleg partai lain di luar caleg
PKPI.

Meski
begitu, PKPI memberi toleransinya, tetapi ada
instruksi ke semua caleg mendukung caleg DPR RI di luar
PKPI merupakan pelanggaran paling besar, karena caleg DPR RI ini diusulkan dan
ditandatangani  berkasnya oleh ketua
Dewan Pimpinan Nasional dan sekjen. Artinya, Bahrain
selaku ketua DPK Halsel  tidak mendukung
kebijakan pusat, samahalnya menginjak marwah partai dan tidak mengikuti fatsun  partai

Sementaar itu, Sekretaris DPP PKPI Malut Renol S Banjar, menuturkan,
PKPI secara kelembagaan memiliki 8 kursi di  lima kabupaten kota. “Dari 8 kabupaten/kota
yang melaksanakan pilkada, hanya empat kabupaten yang PKPI memiliki
kursi yakni Halut 3 kursi, Halsel 2  kursi,
Taliabu 1 kursi dan Haltim 1 kursi,"katanya.

Ini sesuai
petunjuk pelaksanaan peraturan partai nomor 2 tahun 2019 tentang penyempurnaan
PP Nomor 3 tahun 2016 tentang tata kelola
penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Olehnya itu,
merujuk pada PP tersebut maka PKPI secara kelembagaan melakukan  penjaringan di empat kabupaten/kota
yang memperoleh kursi sejak 1 hingga 30  September.

Setelah 30
September berkas penjaringan kabupaten/kota dari
empat kabupaten tersebut sudah mengajukan hasil penjaringan ke provinsi dan provinsi
melakukan penelitian berkas.

Untuk itu kabupaten
Halut yang memenuhi syarat pencalonan yakni Bupati Frans Manery, dr Heriyanto
Tantri S, Piet Hein Babua, Arin Abdulsalam, Stefy Pasimanyeku dan calon Wakil
Bupati Muchlis Tapi-Tapi, Kasman HI Ahmad, Muhlis Kharie, Arin Nela dan Janlis
Kitong.

Sementara Kabupaten Halmahera Timur yakni Mursid Amalan, Jance Pawel, Muhlisin, Muh Din, Muh Nur Rasud, Musa Djamaludin dan calon Wakil Anjas Taher, Noverius Balango. Sedangkan Kabupaten Pulau Taliabu Bupati Aliong Mus, Sri Susiana Dewi Sopamena, calon wakil H Ramli.  Serta Kabupaten Halsel calon Bupati H Usman Sidik, H. Bahri Hamidi dan calon wakil Bupati H. Auli Armayn. (yun/red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko
Malut, edisi
Senin, 21 Oktober 2019, dengan judul  Bahrain
Kasuba tak Lolos Penjaringan PKPI

Komentar

Loading...