JAILOLO-PM.com, Bupati Danny Missy bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi, M. Rizal Ismail dan Kelompok Tani melakukan panen padi di Desa Tedeng Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).
Hadir dalam acara panen raya adalah, Bupati Halmahera Barat Danny Missy, Kapolres Halmahera Barat, Kadis Pertanian Provinsi Rizal Ismail Sekda Syahril Abduradjak, Pimpinan SKPD Lingkup Pemda Halmahera Barat serta kelompok tani kurang lebih 50 orang.
Dalam panen padi sawa tersebut Kepala Dinas Pertanian Halbar, Totari Balatjai menyampaikan, Halbar tahun anggaran 2020 sudah di bagi tiga sistem penanaman diantaranya, sistem (1). Lahan 100 hektar menuju panen 30 hektar, sistem (2). Lahan 100 hektar saat dalam proses penggarapan, sistem (3). Lahan 169 hektar juga dalam tahap penggarapan.
“Untuk pengembangan padi sawah di kembangkan di beberapa Kecamatan yakni, Kecamatan Jaililo, Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan dan saat ini dilakukan pengembangan di Kecamatan Tabaru dan Loloda. Tahun ini sebenarnya Menteri yang hadir untuk panen namun karena corona jadi tidak bisa panen bersama. Dari tiga tahap ini, ada tiga lokasi yang panen yakni di Kecamatan Jailolo yang terdiri dari enam Desa dan padi sawah yang di panen adalah jenis varitas M.400 D,” kata Totari kepada wartawan, Selasa (23/06).
Sementara Kadis Pertanian Provinsi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, jajaran Dinas Provinsi mengapresiasi kegiatan pertanian Halmahera Barat. Halmahera Barat salah satu sentra pangan yang berjalan maksimal.
“Untuk mencapai sektor pangan di Maluku Utara, padi sawah dan padi ladang sangat baik dan alhamdulilah di Maluku Utara ada sekitar 13.500 hektar. Padi ladang menjadi produk unggulan. Sentra padi ladang di Halmahera Barat menjadi sentra Maluku Utara. Sejak bulan Maret, neraca beras hanya tiga daerah yang punya beras yang saat ini masih surplus yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara dan Halmahera Timur, olehnya itu kita harus galakan terus gerakan menanam, karena dilihat dari total keseluruh di Maluku Utara masih defisit beras,” ujarnya
Kata dia, pertanian ini multi dimensi, jadi kita akan rapat koordinasi untuk memperkuat program Kabupaten dan Provinsi, agar tujuan Bupati Halmahera Barat untuk memperkuat pangan dari sektor pertanian di Halbar bisa tercapai.
“Saya berharap Pak Bupati juga bisa mendukung program pertanian, karena 2020 kami ada bantuan beni padi sawa 700 hektar. Jadi di Halmahera Barat ini juga punya potensi telur dan di Maluku Utara hanya ada di Halmahera Barat ayam pe telur, olehnya itu kedepan kita bangun industri telur, beras dan kelapa, sehingga ada industri yang terintegrasi yang di bangun di Halmahera Barat,” kata M. Rizal
Lanjut dia, Jadi Kepala daerah yang punya prestasi di Bidang Pangan adalah Bupati Halmahera Barat,” Jadi bisa dapat penghargaan di Penas. Jadi Dinas Pertanian Halmahera Barat bisa usul ke sektor organisasi pertanian untuk menerima penghargaan Penas (Pekan Nasional).” sambung M. Rizal.
Selain itu Bupati Danny Missy dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Halmahera Barat sangat bersukur, karena di masa suasana covid-19, tapi Halmahera Barat masih panen raya, bahkan saat ini Halmahera Barat masih terkecil covid-19 di Maluku Utara , jadi teruslah dijaga sehingga penyebaran virus di Halmahera Barat tidak lagi meningkat, kata Danny, dari penjelasan Kadis Pertanian Provinsi, pengembangan pertanian harus dibarengi dengan pembangunan industri, jadi kalau ada industri, maka petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga hasil pertanian bukan saja untuk dikonsumsi tapi bisa menghasilkan uang.
” Dilihat dari laporan dari Kadis Pertanian Halmahera Barat sekitar 369 hektar padi sawah di Halmahera Barat, kalau ada bantuan dari Provinsi 700 hektar, maka dari Tedeng sampai Gamtala sudah sampai 1.069 hektar, jadi kita fokus saja di daerah Tedeng sampai Gamtala, karena kalau dari Tedeng sampai Gamtala maka sudah bisa sampai 100 hektar, jadi pertanian Halmahera Barar harus fokus, tidak lagi kemana-mana,”ungkap Bupati Danny.
Bupati Danny juga menyampaikan, kalau 1000 hektar sawah dan satu hektar 5 ton, maka sudah 5.000 ton. Padi 400 D ini produk unggulann, sehingga satu hektar hasilnya bisa 8 ton.
“Saya juga ingin menyampaikan kepada Kadis Pertanian Provinsi, bahwa program prioritas Kabupaten Halmahera Barat salah satunya adalah Pertanian, tapi masih ada kendala yaitu bagaimana kita benahi insfrastruktur, karena pembangunan infrastruktur pertanian ada ranah Provinsi, APBN serta kabupaten, jadi saya berharap Kadis Pertanian bisa memberikan perhatian dan saya juga akan ikut membantu mendorong ke Provinsi dan Pusat untuk mendapat anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian,”tutupnya. (wm01/red)


Tinggalkan Balasan