Dampak Penutupan Transportasi, Ini Sikap Rorano Maluku Utara

Direktur LSM Rorano, Mohammad Asghar Saleh.

TERNATE-PM.com, Penerbangan pesawat komersil dalam negeri mulai 23 April hingga 1 Juni 2020 resmi ditiadakan. Hal yang sama juga terjadi pada Kapal laut, Kereta Api dan transportasi darat juga dilarang. Yang dikecualikan adalah untuk kebutuhan medis, logistik dan kepentingan kedaruratan.

Namun, ada beberapa konsekwensi logis dari pemberlakuan larangan ini untuk Maluku Utara yang harus disegerakan.

Menyikapi hal tersebut, LSM RORANO Maluku Utara menyuarakan beberapa hal yang sangat penting, yakni ;
1) Harus sudah mulai dipikirkan kemungkinan menyewa pesawat militer untuk membawa hasil pemeriksaan Swab Test atau PCR ke Makassar.

"Tiga minggu lalu saya sudah meminta perhatian serius untuk membangun laboratorium sendiri di Ternate meskipun biayanya sangat mahal. Namun no respons dan berpikir jangka pendek seolah-olah coronavirus yang sudah jadi pandemi ini tak berkepanjangan,"ujar Direktur Rorano Asghar Saleh, dalam releasenya, Kamis (23/4/2020).

2) Fokuslah ke penanganan kesehatan lokal secara serius. Sudah ada 14 kasus positif yang jika dihitung secara eksponensial maka jumlah kasus lokal sudah sangat banyak namun belum terdata. Bisa jadi sudah ada local transmitter yang belum diketahui.

"Penegakan diagnostik sebagai kebutuhan memutus rantai penularan jadi masalah serius karena kita tak punya laboratorium dan pesawat juga tidak terbang,"ujarnya.

3) Mulailah mengeser petugas di pintu masuk karena sudah tidak ada orang yang datang ke Maluku Utara.
4) Resufle kembali Gugus Tugas agar ramping dan efisien. Jika tak punya keahlian khusus sebaiknya dikurangi hingga bisa menghemat anggaran atau alihkan ke pemberdayaan ekonomi lokal.
5) Pemerintah daerah sudah mulai memutuskan skema ekonomi dan sosial secara terukur dan nyata sehingga dampak "lokdown" ini bisa diminimalisir. Contoh kecilnya adalah teman teman yang bekerja di bandara sebagai porter dll atau para buruh di pelabuhan yang sudah pasti kehilangan pekerjaan harian.

Komentar

Loading...