poskomalut, Proyek pembangunan Jembatan Ake Busale ruas jalan Saketa-Dehepodo terhenti di tengah pengerjaan.

Proyek milik “orang dekat” Gubernur Sherly Tjoanda ini diketahui bermasalah pada progres atau mandek sejak akhir Mei 2026.

Lokasi proyek di Desa Cango, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, dikerjakan CV Wosso Mobon. Perusahaan konstruksi yang beralamat di Jalan Hasan Rakib, RT003/RW 002, Soagimalaha, Kota Maba, Halmahera Timur.

Perusahaan ini dipinjam Faisal Anwar alias Opo yang dikenal sebagai “orang dekat” Sherly Tjoanda.

Dari data yang dihimpun, uang muka sebesar 30 persen senilai Rp993.557.100,00 sudah dicairkan pada 10 Maret 2026. Sementara penandatanganan kontrak pada 25 Februari 2026.

Salah satu warga setempat mengaku tidak mengetahui persis kenapa aktivitas konstruksi pekerjaan senilai Rp3,311 miliar itu terhenti.

Kendati begitu, warga yang meminta namanya tidak disebutkan itu menduga, macetnya progres proyek tersebut, karena ketidakmampuan kontraktor.

Ia menyebut, pekerjaan tidak berlanjut sejak dekat lebaran Iduladha lalu. Lanjutnya, “Sampe skarang tidak ada aktifitas di lokasi, pekerjanya pun su tara muncul,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Ia menyatakan, pekerjaan belum menunjukan progres signifikan. Yang tampak di lokasi, kata dia, hanya pengecoran tiang sumuran dan persiapan abutmen sebagai konstruksi dasar.

“Di lokasi cuma itu saja. Terpaksa Torang iko di semacam jalan darurat karena jembatan yang lama sudah dibongkar,” ungkapnya.

“Jangankan torang yang ke kebun, pengguna jalan lainnya (mobil lintas) setengah mati karena akses sementara terganggu. Ya mau tidak mau torang bikin jalur pintas,” sambungnya.

Pengakuan serupa disampaikan warga Cango lainnya. Warga yang meminta tidak perlu memberitakan namanya ini menambahkan, para warga mendesak kontraktor pelaksana proyek agar segera melanjutkan pekerjaan.

Menurutnya, terhentinya pekerjaan ini tidak hanya merugikan warga dan mengganggu akses jalan.

Aktivitas masyarakat sekitar juga ikut terganggu akibat macetnya pengerjaan proyek.

“Kalau ini dibiarkan dalam waktu yang lama, jembatannya berpotensi tidak selesai karena kapan dilanjutkan pun kami sebagai tidak tahu,” bebernya.

Direktur CV Wosso Mobon, Reza Buang dihubungi awak media tak merespon. Pesan konfirmasi yang masuk di gawainya hanya dibaca. Upaya konfirmasi kepada Opo juga tak bersambut.

Mag Fir
Editor