Disperkim Ternate Bongkar Semua Lapak Depan Gedung Duafa Center

TERNATE-PM.com, Demi memutuskan mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Kota Ternate, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Pemungkiman (Disperkim) Kota Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut) Nuryadin Rahman mengatakan, simulasi hari pertama aktifitas pembeli kue di depan gedung Duafa Center tak efektif. Pasalnya, saat ini Disperkim Kota Ternate sedang melakukan simulasi lapak 37 PKL untuk berjualan takjil terhitung Minggu (26/4/2020) sampai dengan Senin (27/4/2020).

"Simulai penjualan kue buka puasa di 37 lapak pedagang ini sebanyak dua hari terhitung hari kedua Senin ini, karena simulasi pertama di Minggu kemarin itu sebenarnya tak efektif,"kata Nuryadin Rahman kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Menurutnya, tak efektif ini karenakan kesadaran warga yang mengikuti SOP kesehatan tak maksimal, lantaran dimana pihaknya sudah mencoba bersaing melakukan jarak dan pembatasan. Tetapi pembeli dan penjual tak mengikuti hal tersebut yang sudah ditetapkan.
"Jadi masyarakat dan penjual tak mengikuti SOP maka kami akan tiadakan. Karena tak ikuti protokoler kesehatan,"ujarnya.

Lanjutnya, dalam hal ini pihaknya lebih mengutamakan kesehatan. Karena kesehatan jauh lebih penting untuk keselamatan. Sehingga sejumlah tenda-tenda pedagang tersebut akan dilakukan pembongkaran di dua jalur dari depan gedung duafa center itu. "Jadi semua lapak dibongkar termasuk 37 lapak yang di alihkan itu,"jelasnya.

Ia menambahkan, terkait dengan penataan aktifitas pedagang di ruang publik, sehingga hasil rapat dengan Komisis III DPRD Kota Ternate hari ini pihaknya mengakui harus diluruskan dulu bahwa yang di fasilitasi pedangang depan gedung Duafa Center itu bukan pedang baru, tetapi hasil relokasi dari depan taman Nukila. Hasil pantauan dari puasa pertama kemarin itu, sepanjang jalan depan kedai Bu Yun sampai di depan taman Nukila padat aktifitas.

"Pada malamnya tim turun langsung melakukan pemetaan untuk dibongkar lapak sebagian. Karena tak bisa berdekat dengan laboratorium Dinkes Kota Ternate dan akan menganggun aktifitas labotoratorium yang padat nanti, sehingga para aktifitas penjual ditiadakan,"pungkasnya. (sam/red)

Komentar

Loading...