DPP PAN Jegal Langkah Iskandar Idrus Nyaleg DPR RI

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara, Iskandar Idrus.

MALUT-pm.com, Publik Maluku Utara dibuat kaget dengan pernyataan Iskandar Idrus yang menanggalkan jabatannya sebaga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN).

Sikap itu diambil Iskandar menyusul keputusan DPP PAN dianggap bertentangan dengan prinsipnya yang bakal mencalonkan diri sebagai calon DPR RI pada Pileg 2024 mendatang.

Keputusan DPP PAN seolah dengan sendirinya menjegal langkah salah satu kader terbaiknya itu. Pasalnya, juah-jauh hari Iskandar sudah mempromosikan dirinya untuk bertarung dalam perebutan kursi DPR RI Dapil Maluku Utara 2024 nanti.

Ketua DPW PAN Maluku Utara, Iskandar Idrus dalam keterangan persnya mengatakan keputusan DPP terkait pembatalan dirinya sebagai bakal calon DPR RI tak sesuai prinsip yang sudah dibangun sejak lama.

“Saya menyatakan mengundurkan diri dari ketua wilayah PAN Maluku Utara dan sikap ini sudah disampaikan secara resmi,” ungkap Iskandar Idrus saat jumpa pers di Kantor DPW PAN, di Jalan Sultan Khairun, Kota Ternate, Senin (01/5/23).

Iskandar mengaku surat pengunduran dirinya sebagai ketua wilayah telah disampaikan langsung ke Ketum DPP PAN, Zulkifli Hasan di kediamannya di Jalan Widya Candra, Jakarta, Minggu 30 April 2023.

Iskandar menjelaskan alasan pengunduran dirinya menyangkut dengan komposisi bakal calon DPR RI yang diputuskan DPP PAN bertentangan dengan instruksi yang diperintahkan Zulkifli Hasan tahun lalu.

“Sejak satu tahun lalu saya diminta DPP untuk maju DPR RI dan saya rasa publik juga tahu bagaimana saya bergelut untuk itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan ada tiga nama yang ditetapkan DPP PAN sebagai komposisi bakal calon DPR RI yang berpengaruh terhadap pembatalan dirinya. Tiga nama tersebut yakni Hein Namotemo, Nita Budi Susanti, dan Aburahman Lahabato.

“Sejak empat hari saya dipanggil tiba-tiba DPP dan menyampaikan bahwa saya tidak masuk dalam kompetitor calon DPR RI,” tuturnya.

“Sudah kurang lebih satu tahun saya bangun konsolidasi dan sosialisasi dengan masyarakat. Namun tiba-tiba diberitahu tidak masuk kompetitor bacaleg, tentu ini tidak sesuai janji tahun lalu,” sambungnya.

Komentar

Loading...