poskomalut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate mulai membidik rantai distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite diduga dioplos dan beredar di Kota Ternate.
Tak hanya pemilik kios pengecer, polisi juga berencana memeriksa para supplier hingga pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah tersebut menyusul temuan 22 botol berisi Pertalite, diduga telah dicampur atau dioplos di sebuah kios di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate.
Selain Kulaba, polisi juga mengungkap peredaran BBM yang diduga oplosan di Kelurahan Bula, kecamatan yang sama.
Kasat Reskrim Polres Ternate, IPTU Arif Budi Aji, mengatakan penyidik akan menelusuri sumber pasokan BBM yang dijual sejumlah kios tersebut.
“Iya di Bula, sementara satu, tapi kita akan sisir supplier dari kios-kios yang menjual,” kata IPTU Arif saat dikonfirmasi jurnalis Poskomalut, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, permintaan keterangan terhadap pengelola SPBU di Kota Ternate akan dilakukan setelah penyidik menuntaskan pemeriksaan terhadap pemilik kios pengecer.
“Menunggu hasil pemeriksaan dahulu. Jelas untuk muara pasti dari SPBU,” tegasnya.
Diketahui, berdasarkan keterangan pemilik kios berinisial AB (44), BBM tersebut diperoleh dari seorang pria yang tidak dikenalnya.
Pria itu datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 125 berwarna silver hijau pada Minggu (1/11/2026), sekitar pukul 10.30 WIT.
Ia menawarkan satu jerigen berkapasitas 25 liter berisi BBM dengan harga Rp330.000. Tawaran tersebut kemudian diterima AB.
BBM dari jerigen itu selanjutnya dituangkan ke dalam botol air mineral menggunakan selang untuk dijual kembali secara eceran.
Namun, setelah jerigen dibuka, AB mengaku sempat mencium bau bensin yang tidak biasa.
Sekitar pukul 13.00 WIT, sebanyak dua liter BBM tersebut terjual kepada seorang pengendara sepeda motor Kawasaki KLX seharga Rp30.000.
Nahas, sekitar 15 menit setelah pembelian, pengendara tersebut kembali ke kios dan mengeluhkan sepeda motornya tidak dapat dinyalakan.
Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi polisi untuk menelusuri dugaan peredaran Pertalite oplosan di wilayah Ternate Barat.



Tinggalkan Balasan