Gubernur Malut Keluarkan Instruksi Cegah Corona

Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, Lc.

14 TKA Asal Philipina Dikarantina Dilokasi Tambang

TERNATE-PM.com, Virus Corona mulai merembek ke Indonesia, setelah Presiden mengumumkan dua orang warga Depok positif terinfeksi virus Corona pada 2 Maret 2020. Bahkan, saat ini jumlahnya telah bertambah menjadi 4 orang.  Sehingga, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan radiogram nomor : 443.1 /2130/SJ  tertanggal 4 Maret 2020 terkait dengan antisipasi dan pencegahan virus corona.

Menanggapi hal ini, Gubernur Maluku Utara langsung menindaklanjuti dengan   mengintruksikan kepada bupati/walikota di se-Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk menyiapkan Rumah Sakit Umum (RSU) rujukan penanganan virus corona. ”Selaku gubernur Malut, mengintruksikan kepada bupati/ walikota agar dapat mengambil langka strategis.” Ini disampaikan gubernur melalui konfrensi pers dikediamannya di Kelurahan Takoma Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu (07/03/2020).

Instruksi Gubernur Malut itu, Pertama; melibatkan pihak terkait untuk memperketat setiap pintu masuk wilayah dengan melakukan penapisan dari pelaku perjalanan luar negeri dan dalam negeri yang diduga terjangkit virus corona. Kedua; melakukan pencegahan serta promosi kesehatan, guna mengantisipasi penyebab lanjutan virus crona dengan menyiapkan rumah sakit rujukan ditingkat kabupaten/ kota, serta sarana prasarana penunjang sesuai dengan standar. Ketiga; melakukan koordinasi dengan Forkompinda beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menjaga kondisi yang kondusif dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat diwilayah, dengan harga yang stabil.

Keempat; segera menindaklanjuti hasil rapat kordinasi kesiapan kesiagaan terhadap infeksi virus crona tingkat Provinsi Maluku Utara yang telah dilaksanakan pada 1 Februari 2020 di kantor Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III ternate melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. Kelima; membentuk Satgas kesiap Siagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan pengendalian penularan virus crona. Keenam,menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk  tetap tenang, tidak memberikan reaksi berlebihan dalam menerima informasi dari sumber yang tepat, serta membatasi publikasi yang tidak perlu yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat. Ketujuh; menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat antara lain mencuci tangan pakai sabun dengan air batasi menyentuh wajah, hidung mulut dan mata sebelum mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir. Terapkan ketika  batuk tutup hidung mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam. Gunakan masker saat batuk atau flu, batasi berjabat tangan. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang minum air yang cukup dan aktifitas fisik paling kurang 30 menit per hari.Jarak dengan orang yang sedang demam atau bersin.

Sementara terkait dengan  kepanikan warga tentang ketersedaiaan masker Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Malut Idhar Sidi Umar menambahkan,
masker bukan berarti harus di pakai setiap saat. Namun, penggunaan masker bagi orang
yang sakit atau berada di tempat -tempat umum bukan di pakai setiap saat
"jadi kita pakai pada hal - hal tertentu" katanya.

Sedangkan yang terjadi kepanikan
masyarakat, seolah-olah
kita harus menggunakan masker pada setiap waktu sehingga itu tidak menjadi
keresahan kita semua. Bahkan sudah diidentifikasi oleh pihak keamanan agar
tidak ada penimbunan masker. “Bagi siapa yang melakukan akan
ditindak,” tegasnya.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas II Ternate dr Aulianto saat dikonfirmasi terkait dengan tenaga
kerja asing (TKA) asal Philipina sebanyak 14 orang yang bekerja di PT Harita
Group di Pulai Obi hendak masuk melalui Jalur penerbangan di Manado ke Bandara
Oesman Sadik ditahan oleh tim kesehatan.”Mereka
masuk melalui jalur Manado langsung ke Bacan, namun ada petuags disana jadi
langusung
diperiksa 14 orang TKA asal Philipana,” katanya.

Meskipun meraka dalam kondisi sehat, pihaknya belum mengizinkan 14 TKA ini bergabung dengan karyawan lain, selama 14 hari kedepan.”14 TKA asal Philipina ini dikarantina selama 14 hari, yang dilakukan dilokasi perusahaan,” terangnya. (iel/red)

Komentar

Loading...