Gubernur Malut Tutup Tranportasi Lintas Provinsi

Kepala Biro Protokoler Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Malut, Muliadi Tutupoho.

Muliadi: Hanya Bandara Babullah dan Pelayanan Logistik Dibuka

SOFIFI-PM.com, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, resmi menutup sementara tranportasi kapal laut maupun bandara udara lintas provinsi, kecuali Bandara Sultan Babullah Ternate dan kapal logistik barang. Penutupan arus penumpang sementara ini berdasarkan instruksi Gubernur Malut Nonor: 4 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran Corona Virus (Covid-19). Gubernur menutup di pintu masuk wilayah di Provinsi Maluku Utara.

Kepala Biro Protokoler Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Malut, Muliadi Tutupoho, Rabu (22/4/2020) kepada wartawan menyampaikan, instruksi gubernur ini ditujukan kepada bupati, walikota se Malut, ketua DPRD kabupaten/kota se Malut, KSOP Kelas II Ternate, KUPP se Malut, Kepala BPTD wilayah XXIV Malut, Kepala Unit Pelayanan Bandara Sultan Baabullah Ternate, Kepala UPBU se Malut dan operator angkutan laut penyeberangan. Instruksi pertama menutup sementara pintu masuk orang melalui jalur laut ke Malut, kecuali angkutan logistik.

"Hanya pelayanam barang kebutuhan masyarakat serta alat kesehatan dan BBM diizinkan, sementara penumpang dilarang masuk,”katanya.

Selain itu untuk trasportasi laut dan udara antarkabupaten/kota di Malut, tetap dibuka seperti biasa namun perlu ada pembatasan penumpang. Juru bicara Gubernur Malut ini menambahkan untuk pintu masuk ke Malut jalur transportasi udara yang ada di kabupaten/kota, baik umum maupun bandara khusus juga ditutup kecuali Bandara Sultan Baabullah Ternate.

"Untuk trasportasi udara hanya Bandara Sultan Baabullah Ternate yang buka, dan akan diawasi ketap setiap penumpang yang baru tiba dengan dilakukan karantina di lokasi karantina yang disiapkan pemerintah,”tegasnya.

"Apabila ada kapal penumpang yang mencoba masuk ke wilayah Malut dengan mengangkut penumpang tidak diizinkan untuk bersandar di pelabuhan. Langkah ini diambil Pemprov Malut untuk menekan penyebaran virus corona . Pasalnya, peningkatan kasus covid-19 di Malut disebabkan karena pergerakan orang dari daerah zona merah yang masuk ke Malut. Untuk itu arus penumpang kapal dari luar Malut diutup sementara,”ungkapnya. (iel/red)

Komentar

Loading...