Dewas Perumda Ake Gaale Sebut Keluhan Warga Jadi Masukan

Hampir Tiga Minggu Warga Sasa Ternate Tak Nikmati Air Bersih

Ilustrasi air bersih.

TERNATE-pm.com, Warga RT 12 Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Kota Ternate keluhkan hampir tiga minggu tidak menikmati pelayanan air bersih.

Ketua RT 12 Kelurahan Sasa, Jufri mengatakan warganya menderita hampir satu bulan tak merasakan pelayanan air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Ake Gaale.

"Selama ini warga selalu masukkan laporan kepada saya, lantaran ini air bersih tidak berjalan alias mati total," ujarnya, kepada media ini, Rabu (14/9/2022).

Ia menyatakan, keluhan macetnya air sudah beberapakali disampaikan ke pihak Perumda, namun sampai sejauh ini tidak ada tindaklanjut.

"Hampir selama tiga minggu itu pihak PAM tidak juga melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab tidak berjalannya air bersih di sekitaran RT 12," ucapnya.

"Walaupun yang kami sampaikan itu tidak langsung ke Diriktur Perumda, tetapi ada beberapa kariawan yang juga teman dekat kami, dan kami sudah terus sampaikan bahwa di RT 12 Kelurahan Sasa ini airnya sudah 3 minggu tak berjalan. Tolong keluhan ini bisa tersampaikan ke pimpinan mereka, namun sampai sekarang belum ada yang datang perbaiki," sambungnya.

Jufri menambahkan, air merupakan kebutuhan mendasar dan keseharian warga, jika tidak diperbaiki, maka warganya akan terus merasakan penderitaan.

"Saat ini warga RT 12 mulai membeli air per pfoil seharga Rp50.000. Jadi kalau satu minggu 2 profil berarti selama sebulan bisa saja 9 atau 10 profil yang dibeli warga untuk menutupi kebutuhannya," tandasnya.

Ia berhadap pihak PDAM secepatnya mengatasi keluhan tersebut, sehingga warganya bisa menikmati air bersih.

Terpisah, Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Halid Talib menanggapi keluhan tersebut. Ia mengatakan, keluhan warga merupakan masukan pagi Dewas maupun Direksi Perumda Ake Gaale.

"Memang benar adanya keluhan-keluhan dari masyarakat Kota Ternate, tetapi kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki semuanya,” ucap Halid kepada sejumlah wartawan di halaman kantor Wali Kota Ternate.

Ia menerangkan, peran Dewas hanya melakukan pengawasan, termasuk semua keluhan masyarakat. Terkait perbaikan, kata Calmot, sapaan karib Halid, merupakan tugas bagian teknik.

“Yang masalah begini harus bagian teknik Perumda Ake Gaale. Istilahnya kami ini hanya bagian ‘kulit terluar’. Nah isinya dikelola langsung bagian teknik,” jelasnya.

Calomot menyebut, apabila ada keluhan warga terkait macetnya aliran air bersih, maka bagian teknik dipanggil untuk dievaluasi.

“Jadi kami akan panggil mereka, kemudian mengoreksi kinerja mereka. Kami akan tanyakan kenapa sampai airnya tidak jalan," terangnya.

Ia mengaku, sejuah ini Perumda Ake Gaale minim sosialisasi atau keterbukaan informasi publik terkait jadwal distribusi atau perbaikan kerusakan, khususnya bagi pelanggan Perumda Ake Gaale.

“Bukan kami tidak sosialisasi, tetapi kami minim informasi keluar. Makanya ini juga perhatian masyarakat. Seperti contohnya di Sasa, mungkin kami harus memberitahukan kepada masyarakat, untuk hari dan waktu yang ditentukan ada permasalahan distribusi air bersih. Jadi masyarakat juga bisa tahu lebih awal,” tukas Calmot.

Sementara itu, Dirktur Perumda Ake Gaale, Abubakar Adam dikonfirmasi via pesan WhatsApp, hingga berita ini naik tayang belum memberikan tanggapan.

Komentar

Loading...