poskomalut.com
baner header

Ini Janji Empat Cakada untuk Pendidikan di Kota Ternate

TERNATE- PM.com, Empat calon Wali Kota Ternate menghadiri diskusi yang dilakukan Persatuan Guru Republik Indnesia (PGRI) dalam rangka hut ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional 2020, Selasa (22/9/20) di Hotel Grand Majang. Kehadiran empat kandidat itu untuk mendengarkan keluhan atau keresahan yang dialami guru-guru di Kota Ternate.

Dalam kesempatan itu, calon Wali Kota Merlisa Marsaoly megatakan, guru sebagai penggerak perubahan menuju Ternate cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0.

Menurutnya, guru adalah pelayan publik terbesar, pahlawan tanpa tanda jasa itu mendedikasikan hidup mereka demi mendidik generasi muda dan membentuk karakter anak bangsa untuk hari esok yang gemilang.

“Apabila mendapatkan amanah untuk memimpin Kota Ternate, saya akan lebih prorioritaskan guru sesuai dengan amanah konsitusi, yaitu suplai angaran 20% untuk anggaran pendidikan Kota Ternate sehingga keluhan guru bisa diakomodir secara merata,” ungkapnya.

Kemudian terkait peningkatan kualitas, kata Merlisa, pemerataan guru dan kesejahtraan guru di Kota Ternate yang masi minim, dan sangat miris, karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

“Kesejatraan guru harus diutamakan dan TTP guru juga harus terakomodir,” ujarnya.

Sementara, calon Wali Kota Tauhid Soleman menjelaskan, pendidikan di kota kesultanan ini harus dinomor satukan. Karena kata dia, Kota Ternate tidak mempunyai Sumber Daya Alam (SDA), namun memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi. Maka sudah seharusnya pendidikan harus dikedepankan.

“Kalau SDA di Kota Ternate tidak ada, maka yang harus kita genjot SDMnya dengan pelayanan pendidikan menjadi hal yang sangat utama,” ujarnya.

Lanjut Tahud, jika Pemerintah Kota Ternate berani mengambil kebijakan, yang patut diselamatkan pertama adalah pendidikan dengan alokaasi anggaran20 persen, untuk kesehatan 10 persen, pengamanan gaji ASN dan hal-hal lainya menyusul.

“Pengalokasian pendidikan 20 persen itu menjadi hal yang penting untuk menigkatkan mutu guru dan kesejatraan guru yang yang menjadi faktor utama dalam menentukan pendidikan yang baik,” ujar mantan Sekda Kota Ternate itu.

Tak mau kalah dari kandidat lainya, Calon Wali Kota, Muhammad Hasan Bay megatakan, saat ini di Ternate, mutuh guru masih rendah dan harus ditingkatkan, sedangkan untuk fasilitas pendidikan sudah cukup memadai.

“Kedepanya, peningkatan mutu guru harus dialakukan. Karena akan berpengaruh pada kualitad siswa-siswi di Kota Ternate,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai dengan amanat undang-undang, guru harus didukung sepenuhnya oleh kepala daerah. Karena 20 persen anggaran itu diperuntuhkan untuk pendidikan.

“Kita harus memenuhi standar pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang. Guru harus menjadi garda terdepan untuk Ternate lebih baik kedepannya,” katanya.

Kemudian, Calon Wali Kota, M. Yamin Tawari memaparkan gagasan politiknya untuk memajukan pendidikan di Kota Ternare. Dirinya mengatakan, seharusnya ada pemerataan guru di Kota Ternate, dari sisi fasilitas maupun tunjangan guru. Salah satunya kata Yamin, adalah sertifikasi guru, karena masih banyak guru yang belum disertifikasi.

Disisi lain kata Yamin, pemerintah daerah mempunyai tugas untuk melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk melakukan penambahan  kuota sertifikasi guru setiap tahunnya.

“Kepala daerah juga harus melakukan lobi-lobi ke pusat, agar kuota sertifikasi bisa ditambahkan,” ungkapnya. Seraya menambahkan, bukan hanya sertifikasi guru, tapi bantuan pembiayaan pembelajaran daring maupun luringn di tengah pandemi Covid-19 juga bisa dilobi pemerintah daerah. (Ris/red)



Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: